|
|
|
|
Humor
|
Ditulis Oleh www.ketawa.com
|
|
Saturday, 17 July 2010 |
|
Seorang profesor memberikan ujian besar satu hari untuk murid-muridnya. Dia membagi-bagikan semua tes dan kembali ke meja untuk menunggu. Setelah tes selesai, para siswa semua menyerahkan kembali hasil tes. Profesor menyadari bahwa di salah satu lembar jawaban seorang siswa telah terpasang selembar uang $100 dengan sebuah catatan yang mengatakan "Satu dolar per poin." Pada kelas berikutnya profesor menyerahkan hasil tes kembali. Mahasiswa ini memperoleh kembali hasil tes dan kembalian $56. |
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 26 June 2010 |
|
Matematikawan besar John Von Neumann berkonsultasi dengan sebuah kelompok yang sedang membangun sebuah pesawat untuk mengirim roket ke angkasa luar. Ketika ia melihat struktur tidak lengkap, ia bertanya, "Dari mana Anda mendapatkan rancangan untuk kapal ini?" Dia mengatakan, "Kami memiliki staf insinyur sendiri." Dia menjawab: "Mengapa harus pakai insinyur, saya telah menyelesaikan teori matematika tentang roket! Lihat paper saya tahun 1952." Kelompok itu akhirnya berkonsultasi dengan mengacu pada paper tahun 1952, dan membuat struktur 10 juta dolar tepat sesuai dengan rencana Von Neumann. Begitu mereka meluncurkan itu, seluruh struktur meledak. Mereka marah dan bertemu dengan Von Neumann kembali dan berkata: "Kami mengikuti instruksi Anda sesuai paper itu. Namun ketika kita coba, struktur itu meledak! Mengapa?" Von Neumann menjawab, "Ah, ya, yang secara teknis hal itu memang dikenal sebagai masalah ledakan struktur - aku sudah menulisnya dalam paper saya tahun 1954." |
|
|
Ditulis Oleh www.ketawa.com
|
|
Saturday, 19 June 2010 |
Category: Humor Umum Karena sudah sering terkena pemadaman listrik, Pak Bejo menelepon PLN, mau protes keras! Bejo: "Kenapa listrik mati-mati terus? Sudah merusak 1 radio dan 1 TV saya! Memangnya siapa yang mau ganti?" Petugas: "Maaf, Bapak salah sambung." Bejo: "Bukan cuman TV, udah banyak lampu yang tidak mau nyala di rumah. Kulkas juga sudah hampir rusak. Kamu kira ada uang jatuh dari langit untuk membeli barang-barang itu?" Petugas: "Maaf, Bapak salah sambung. Ini bukan PLN, ini PELNI, Pak." Pak Bejo kaget. Sudah teriak-teriak ternyata salah sambung. Tapi biar tidak malu, Pak Bejo ngeles. Bejo: "Iya saya tahu! PELNI juga sama saja! Kita beli tiket untuk berangkat pukul 2 sore, eh pukul 10 malam kapalnya baru berangkat!" |
|
|
Ditulis Oleh www.ketawa.com
|
|
Saturday, 05 June 2010 |
Salah satu negara miskin mengirim surat kepada FAO-PBB, isi suratnya sebagai berikut: "Tuan-tuan, tolonglah kami. Negara kami sedang ditimpa bencana kelaparan... Banyak penduduk kami mati kelaparan. Tolonglah, bantulah kami untuk memecahkan masalah ini." Seminggu kemudian, datanglah balasan: "Pemecahannya... Kalau ada rakyat Anda yang kelaparan, beri saja makan secukupnya. Jangan lupa beri vitamin-vitamin yang menyehatkan!" |
|
|
Ditulis Oleh www.ketawa.com
|
|
Saturday, 29 May 2010 |
Manajer pada sebuah perusahaan besar melihat pegawai baru pada suatu hari dan mengajaknya untuk masuk ke kantornya.
"Siapa nama kamu?" itulah pertanyaan pertama yang diajukan oleh sang manajer. "John," balas pegawai baru tersebut. Sang manajer menjadi muram, "Begini, saya tidak tahu kamu dari perusahaan antah berantah yang seperti apa, tetapi saya tidak pernah sekalipun memanggil orang dengan nama depan mereka. Hal ini digunakan untuk membuat data marga yang akan diterapkan dalam memberikan otoritas setiap pegawai. Saya hanya akan memanggil pegawai dengan nama belakang saja - Pakpahan, Siriwa, Wijanarko, Uropmabin atau yang lainnya. Saya Robert Subroto, dipanggil sebagai Pak Subroto, Sekarang, karena sudah jelas, siapakah nama belakang kamu?" Pegawai yang baru tersebut menarik nafas dan berkata, "Sayang. Nama saya adalah John Sayang." "Baiklah... John, hal berikutnya yang akan saya beritahu kepada kamu adalah..." |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 25 |
|
|