|
|
|
|
Humor
|
Ditulis Oleh http://cerit4lucu.wordpress.com/
|
|
Saturday, 04 February 2012 |
|
Seorang pelaut, lagi asik ngobrol sama seorang bajak laut yang kakinya buntung diganti tongkat besi tajem, tangan kanannya buntung diganti kait besi (tajem juga), dan matanya picek sebelah, ditutupin pake karet item. Kebayang kan? Pelaut : Kenapa kaki lu bisa buntung kayak gitu? BajakL : Ini waktu ada badai gede banget lagi gue di Pasifik, gue mental ke laut pas lagi nolongin anak buah gue. Anak buah gue selamet, cuma kaki gue dilahap ame hiu. Tapi gue nggak nyesel, yang penting anak buah gue selamet. Pelaut : Hebat euy! Terus, tangan lu ilang di mana? BajakL : Waktu ngerebut kapal Portugis, gue dikeroyok sama tiga orang sekaligus, ditambah dua anjing herder. Tangan kanan gue putus, langsung di’mbat anjing sialan itu. Tapi tetep, gue yang menang. Leher mereka yang putus. Sejak itu gue pake kait ini sebagai ganti tangan kanan gue. Pelaut : Gila buset!! Lalu, mata lo gimana ceritanya? BajakL : Oh, ini (sambil kesel). Ini gara² burung camar sialan beol pas kena mata gue! Pelaut : Burung? Cuma kena beol aja masa bisa picek? BajakL : Yach.. Kalo perlu dijelasin… Lo tau nggak? Itu kan hari pertama gue pake kait ini! |
|
|
Ditulis Oleh http://humorlucu.net/
|
|
Friday, 30 December 2011 |
|
Pada suatu malam, seorang pencuri memulai aksinya di sebuah rumah orang yang terkenal atas kekayaannya. Dia mulai dengan memanjat pagar dan naik ke atas genteng. Ternyata kehadiran pencuri tersebut diketahui oleh si pemilik rumah, sehingga si pemilik rumah harus mengakali si pencuri agar dia bisa tertangkap basah. Si pemilik rumahpun mulai bercerita kepada istrinya tentang kekayaan yang di dapatkanya selama ini. Ternyata kekayaannya itu di dapatnya dengan cara mencuri juga. Si pencuri mendengarkan cerita itu dari atap gentang. Si pemilik rumah mulai bercerita bagaimana cara dia mencuri agar selalu selamat, yaitu dia mencuri setiap bulan purnama, pada tengah malam. Pertama di bukanya dua buah genteng, kemudian dia biarkan sinar bulan masuk ke dalam rumah, ditutupnya mata, selanjutnya biarkan sinar bulan menyinari tubuhnya, langkahkan kaki dua kali, maka tubuhku akan di bawa sinar bulan sampai kelantai rumah, sehingga aku bisa mencuri dengan mudah, dan begitu pula bila telah selesai mencuri aku melalukannya dengan hal yang sama. Sang pencuri yang mendengarkan pemilik rumah yang sedang bercerita tersebut, dan ia segera menunda aksinya, dia akan datang lagi pada bulan purnama. Bulan purnama pun tiba, seluruh penghuni rumah telah siap dengan semua perlengkapan untuk menangkap pencuri itu. Setelah tengah malam, datang juga si pencuri tersebut, dia yakin benar yang dikatakan si pemilik rumah itu. Dibukanya dua buah genteng, kemudian di pejamkannya matanya, mulai dia langkahkan kakinya ke genten. Glegaaaaaar...blooooooooll..tingg.. gting glegar... terjatuhlah dia dilantai dengan lemas tak berdaya, si pemilik rumah telah meyediakan jaring yang kuat untuk mengikatnya. Si pencuri sangat menyesal sekali karena dia telah ditipu oleh si pemilik rumah, salah dia sendiri mengapa percaya. Pencuri tersebut menceritakan semua peristiwa yang dialaminya kepada pihak polisi, semua orang yang ada di sana pada saat itu tertawa terbahak-bahak mendengar pengkuan si pencuri itu. |
|
|
Ditulis Oleh http://humorlucu.net/
|
|
Friday, 23 December 2011 |
|
Tukang becak yang sedang kelelahan dan kelaparan mampir ke tukang bakso, dia bertanya pada tukang bakso "Berapa semangkok Mang ?", tukang bakso menjawab "3000 semangkok". Kemudian tukang becak berbicara lagi "2000 lah sama teman sendiri", akhirnya tukang bakso setuju, "baiklah" jawabnya. Setelah diantarkan ke meja si tukang becak, tukang becak langsung berkata "mana mienya..." tukang bakso pun menjawab "2000 tidak pakai mie". Dengan muka yang murung si tukang becak hanya bisa diam membisu sambil makan bokso. Keesokanya tukang bakso pergi ke pasar, dia habis dari membeli mie dan pulang ingin naik becak. Si tukang bakso bertanya pada tukang becak yang kemaren mampir di warung baksonya untuk makan bakso, dia bertanya "Antarkan saya ke jalan semangka, berapa bayarnya", si tukang becak menjawab "2000", "mahal sekali" jawab tukang bakso", "1000 lah" si tukang bakso menawar, tukang becak berpikir sejenak dan menjawab "baiklah". Diantarkannya lah si tukang bakso ke jalan semangka, si tukang becak mendayung becaknya dengan sangat kencang, sehingga membuat si tukang bakso menjadi cemas, kecemasannya malah semakin jadi saat jalan turun tebing. Tukang bokso dengan cemasnya langsung berkata "rem... rem... mang", si tukang becak dengan cepatnya menjawab "1000 tidak pakai rem". Si tukang bakso hanya bisa terdiam dengan rasa cemas, karena takut becak si tukang becak terbalik atau malah masuk siring. |
|
|
Ditulis Oleh http://humorlucu.net/
|
|
Friday, 18 November 2011 |
|
Di sebuah perkampungan terjadi mati lampu, sehingga keadaannya gelap gulita. Saat itulah dua orang pencuri mulai dengan aksinya, mereka ingin mencuri uang yang ada di Masjid. Ketika itu ada orang meninggal dan jenazahnya belum sempat di kuburkan sehingga di letakkan di dalam Masjid. Pertama kali masuk ke Masjid si pencuri begitu terkecut karena pintu Masjid tidak terkunci padahal dia sudah membawa kunci buatannya sendiri. Masuklah kedua orang tersebut ke dalam Masjid dengan perlahan-lahan. Ternyata yang menjadi incaran si pencuri tersebut telah ada di depan langkahnya, di angkatnya lah geranda jenajah tersebut keluar dari Masjid dengan perlahan-lahan. Di tengah perjalanan, pencuri yang di belakang ingin mengambil bagiannya terlebih dahulu, dimusukkannya lah tangannya kedalam geranda itu, di rabanya isinya ternyata yang di pegangnya adalah mata si jenajah itu, kemudian hidung dan mulutnya. Terkejutlah dia, sehingga dia ingin mengatakan pada temannya yang ada di depan. Ada orang... Ada orang..., tekejutlah temannya yang ada di depan dia menyangka ada orang yang mengejar mereka, dicepatkannya langkahnya, temannya yang ada di belakang terus mengatakan ada orang... Ada orang. Tambah di cepatkannya langkahnya oleh temannya yang ada di depan. Tanpa mereka sadari mereka teleh melewati jalan yang salah, mereka kembali lagi keperkampungan itu. Saat itulah lampu hidup, begitu terkejutnya orang-orang yang ada di sekitar mereka. Wooi... ada pencuri jenazah, semua orang pada berdatangan dan mengepung pencuri tersebut, tertengkaplah mereka. Mereka di ikat dan di bawah ke kelurahan untuk di tindak lanjuti. Di perjalanan teman yang mengangkat gerenda pada posisi depan terus menggerutuk kepada temannya tersebut "Kenapa tidak bilang kalau isinya orang". Temannya berkata "tadi saya sudah bilang ada orang". "Sangka saya ada orang yang mengejar kita "kata temannya. Mereka terus meributkan soal itu. "Sial buat apa kita mencuri jenajah, dasar sial". |
|
|
Ditulis Oleh http://gudanghumor.com/
|
|
Friday, 11 November 2011 |
|
Ada seorang pelukis terkenal di dunia. Dalam karir utamanya, dia mulai kehilangan penglihatannya. Takut bahwa ia akan kehilangan hidupnya sebagai pelukis, ia pergi menemui ahli bedah mata terbaik di dunia. Setelah beberapa minggu melakukan operasi halus dan terapi, penglihatannya dipulihkan. pelukis itu begitu bersyukur dan dia memutuskan untuk menunjukkan rasa terima kasihnya dengan mengecat kantor dokter. Sebagian karyanya termasuk lukisan mata raksasa pada satu dinding. Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, dia mengadakan konferensi pers untuk mengungkap pekerjaan seni terbarunya: kantor dokter. Selama konferensi pers, seorang reporter melihat mata di dinding, dan bertanya kepada dokter, “Apa reaksi pertama Anda saat melihat kantor Anda yang baru dicat, terutama lukisan mata yang besar di dinding?” Dokter mata itu menjawab, “Saya berkata kepada diri sendiri ‘Syukurlah aku bukan seorang dokter spesialis kelamin.’” |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 75 |
|
|