|
|
|
|
Humor
|
Ditulis Oleh www.ketawa.com
|
|
Saturday, 27 March 2010 |
Roy adalah penggemar berat si Dina. Suatu malam Roy memberanikan diri untuk mengajak Dina makan malam untuk merayakan diterimanya Roy bekerja di tempat yang baru. Roy menunggu untuk mencatat apa yang harus dipesannya, Dina belum dapat menentukan menu yang dikehendakinya. Ia justru masih sibuk mencocokkan daftar menu itu dengan buku diet yang tidak pernah lepas dari tas kecilnya. "Hari ini aku harus makan makanan yang tidak lebih dari 300 kalori," kata Dina. "Kalau aku pesan telur setengah matang, itu berarti 77 kalori. Lantas sepotong roti, 63 kalori, dan acar, 42 kalori. Lalu..." "Pelayan!" panggil Roy kemudian. "Ya! Apa saja pesanan bapak?" "Dua gelas air putih, dan... itu saja!" |
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 20 March 2010 |
Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa cakap Indonesia. Bule: "Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah mercy S 320." Dirjen : "Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah." Bule: "Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat." Dirjen: "Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!" Bule (mikir ): "Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya..." Dirjen: "Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!" Bule menelpon kantor pusat. Bule: "Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga rp.10.000,- saja." Dirjen: "Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya.." Bule: "Tentu, Pak.." Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman. Bule (sambil membuka dompet ): "Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp.40.000,-." Dirjen: "Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya..." |
|
|
Ditulis Oleh ketawa.com
|
|
Saturday, 06 March 2010 |
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang :
Tono : "Saya heran dosen ilmu politik, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri." Udin : "Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton." Tono : "Ya, Udin tahu ngak sebabnya." Udin : "Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri." Tono : "Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat." Udin : "Loh, apa hubungannya?!!" Tono : "Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain." Udin : "???" |
|
|
Ditulis Oleh www.ketawa.com
|
|
Saturday, 20 February 2010 |
|
Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.
Guru : "Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?" Murid: "Bupati, Bu!!!" Guru : "Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?" Murid: "Gubernur, Bu!!" Guru : "Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?" Murid: "Presiden, Bu!!" Guru : "Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?" Murid: "Seharusnya sih Rakyat, Bu!!" Guru : "Kok, pakai seharusnya?" Murid: "Karena sekarang malah terbalik Bu guru." Guru : "Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?" Murid: "Yang pasti mereka suka warna abu-abu." Guru : "Betul, terus apalagi?" Murid: "Suka konspirasi politik" Guru : "Demi apa?" Murid: "Kepentingan, Bu!!" Guru : "Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?" Murid: "Di televisi, Bu!" Guru : "Karena apa?" Murid: "Karena skandal dan kasus, Bu!!" Guru : "Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?" Murid: "Pasti sering mendadak tajir, Bu!!" Guru : "Darimana, kok bisa gitu?" Murid: "Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas." Murid: "Dari yang pengin diuntungkan." Guru : "Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?" Murid: "Setiap hari, Bu!!" Guru : "Kok bisa, alasannya?" Murid: "Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat." Guru : "Biasanya yang dibahas apa?" Murid: "Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan." Guru : "Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?" Murid: "Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!" Guru : "Kenapa semestinya?" Murid: "Karena aneh, Bu!" Guru : "Aneh kenapa?" Murid: "Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu." Guru : "Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya." Murid: "Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu." Guru : "Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?" Murid: "Kan,nggak tahu malu, Bu." Sent by:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
on May 7th, 2009 Rating: 4.00 (21 votes |
|
|
Ditulis Oleh http://ketawa.com
|
|
Saturday, 13 February 2010 |
|
Humor Umum Sepulang dari supermarket seorang anak bertanya pada ibunya: Anak : "Bu, Ibu tau nggak, apa bedanya batu baterai dan Banci?" Ibu : "Hus, sudah jelas beda dong." Anak : "Iya... di mana bedanya?" Ibu (Setelah mencoba berfikir namun gagal) akhirnya berkata : "Nggak tau ah!" Anak (sambil tersenyum-senyum) : "Kalau batu baterai tahan lama sedangkan kalau banci 'mana tahan la yauow'..." |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 10 - 18 dari 25 |
|
|