Kata-kata Mutiara
Menjadi kunang2 yang bersinar dimalam hari adalah ibarat menjadikan diri penuh cahaya tuk pedoman bagi yang membutuhkan...sekalipun tidak seberapa artinya bila dibandingkan cahaya yg paling terang
 
Datangnya hujan lebat yg merontokkan buah yg hendak kita petik, merupakan petunjuk bagi kita..bahwa masih ada yg lebih berkuasa dan menentukan jalan hidup kita ini...jadi janganlah berputus asa
 

"Warna, bau dan bentuk adalah salah satu penanda karakter dalam alam...akan menunjukkan bagaimana sesungguhnya sifat dan perilaku asli dari makhluk yang ada di alam ini..manusia di dalam kehidupannya juga memiliki penanda karakter seperti itu..jadi kalau kita tidak bisa memahami karakter seseorang berarti kita belum tau dengan penanda tersebut”

 
"Disebuah rumpun bambu di tepi sungai dipadati rerumputan rimbun dan  bebunyian hewan-hewan...tersimpan banyak karakter makhluk..terkandung banyak hikmah..terbentang banyak pelajaran...tertimbun banyak misteri...dimana pun kita sekarang juga demikian adanya"
 
Sebutir padi saat disemai menjadi benih..sesungguhnya adalh wujud dr potensi pengembangan diri utk mencapai karya yg optimal..dalam jangka wkt jauh ke depan.
 
Udara ada dimana2 dan akan menyebar kemana-kemana...Kebenaran itu ibarat udara yang akan selalu dapat menghampiri kita di dunia ini...ditempat terpencil sekalipun...bahkan seandainya pun kita tidak menghendakinya...
 
Kabut setipis apapun mampu menutupi kenyataan yg sesungguhnya dari alam di sekitar kita...begitu juga kita tak kan dapat melihat sebuah keaslian dan kebenaran saat kita belum mampu menyibakkan kabut tersebut dr kebenaran tersebut
 
Untuk menyelamatkan tumbuhan yg sdg sakit...bisa dari pangkal pohon yg berakar ke bawah n membuang batangnya..menyelamatkan batangnya utk di tanam kembali...atau melalui biji buah yg harus disemai dulu...pilihan nya tergantung bgn mana n situasi kerusakan nya ...lembaga2 dan organisasi2 yg ada pun juga begitu
 
Jambu mete adalah tumbuhan unik yang mengajarkan filosofi kesederhanaan, substantif, kualitas dan apa adanya…ia memperlihatkan bijinya apa adanya..namun justru itulah yang nilainya paling tinggi dibandingkan bagian yang lainnya…Kita patut merenungkannya…
 
Ketika alunan suara seruling tanpa kata, atau denting piano yang meliuk liuk syahdu terdengar di telinga kita…ada rasa yang merambat ke hati…apakah rasa sedih, rindu ataupun bahagia…sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan pesuling atau pianisnya…seandainya kita bicara dengan hati maka orang pun menerima pesannya dengan hati…media penyampaian pun menjadi relatif…
 
Lihat selengkapnya..

Links
PAN
Profil Michel
Facebook Michel
Google
Yahoo
Sindikasi
Yang Sedang Online


Cerita Bermakna
Hujan dan Kuasa PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 27 February 2010
Datangnya hujan lebat yg merontokkan buah yg hendak kita petik, merupakan petunjuk bagi kita..bahwa masih ada yg lebih berkuasa dan menentukan jalan hidup kita ini...jadi janganlah berputus asa.

(Mohammad Ichlas El Qudsi, S.Si. M.Si)

"Keharusan universal" adalah bahasa yang tepat, mewakili setiap gejala alam yang bersifat kausal. Dalam kekosongan iman, setiap persitiwa alam itu terkadang dimengerti sebagai peristiwa yang biasa-biasa saja. Namun tak difikirkankan disetiap peristiwa dan akibat-akibatnya selalu ada sebab "pertama" yang realitas yang paling tinggi "Robbul Alamin.

Daun yang kering kemudian berguguran, buah yang matang kemudia jatuh ketanah, adalah peristiwa gratfitasi alam. Namun dibalik gerak postiv murni itu, ada sebuah gerak rtans-substansial yang diyakini ada realitas tertinggi dibaliknya, menjadi penyebab gerak dari segala peristiwa gerak dan grafitasi.

Dengan demikian, maka otoritas logika memiliki batasan-batasan konsepsi pada alam material dan empirik belaka. Sementara kuasa Allah melampaui kedua aspek alam tadi. Hukum kausalitas (qauniyah) adalah suatu proses alam yang menghendaki agar manusia berfikir dengan rasionya. Namun hukum kodrati meniscayakan manusia berfikir dengan akal bathinnya.  Jika tidak seperti itu, manusia akan me-Nuhankan logikanya sendiri, sementara logika manusia hanya akan benar bila bersandar pada alam kosmos yang material-empirik.

Hikmah dari kata-kata mutiara sebagaimana yang telah saya papar di atas, adalah pendalaman wilayah keyakinan kita pada sesuatu yang relatif dan seharusnya. Karena lebat hujan yang merontokkan buah yang hendak kita petik adalah wilayah profan yang serba relatif. Namun kenapa buah itu harus rontok dan harus jatuh dan ke bawah adalah hukum gerak mutlak dimana kodrati Tuhan berperan secara mutlak di dalamnya. Demikian pula manusia jangan sampai me-Nuhankan "ikhtiharnya" tanpa menyerahkan secara rendah hati segala ikhtihar itu kepada Allah. Sifat yang demikian hanya menjadikan manusia sebagai budak materi dan nafsu keduniaan.Oleh sebab itu, hikmah di atas mengajarkan kepada kita bahwa dibalik otoritas logika dan materi ada kuasa yang mengatur secara mutlak segala urusan dan amal usaha kita.
 
Dengan Segelas Susu PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Dr. Howard Kelly.   
Saturday, 20 February 2010
Suatu hari seorang bocah perempuan miskin sedang
berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tapi sayangnya ia hanya mempunyai sedikit sekali uang.

Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, saat seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya.

Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaga. Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannyalah segelas besar susu untuk anak tersebut. Ia meminumnya perlahan, kemudian bertanya, "Berapa saya berhutang kepada anda ?"

"Kamu tidak berhutang apapun kepada saya," jawabnya. "Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan."
Anak itu menjawab, "Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam."
Saat Howard Kelly bocah kecil yang miskin itu meninggalkan rumah tersebut, dia bukan hanya merasa badannya lebih segar, tetapi keyakinannya pada Tuhan dan sesama manusia menjadi lebih kuat. Sebelumnya dia sudah merasa putus asa dan hampir menyerah.
Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari ada seorang wanita muda mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan spesialis.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi. Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat dimana wanita tersebut di rawat. Ia langsung mengenali wanita tersebut dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya. Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Setelah melewati perjuangan panjang, peperangan-pun dapat dimenangkan.

Dr. Kelly dipanggil oleh pihak administrasi untuk menandatangani kuitansi biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya. Ia melihat kepada kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuintansi tersebut lalu dikirim ke kamar perawatan si wanita. Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke kuintansi tersebut. Sebuah tulisan pada kuitansi telah menarik perhatiannya.
 
Rumpun Bambu Hikma sebuah keragaman PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 13 February 2010
Rumpun Bambu Hikma sebuah keragaman PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Moh. Ichlas El Qudsi, M.Si   
"Disebuah rumpun bambu di tepi sungai dipadati rerumputan rimbun dan  bebunyian hewan-hewan...tersimpan banyak karakter makhluk..terkandung banyak hikmah..terbentang banyak pelajaran...tertimbun banyak misteri...dimana pun kita sekarang juga demikian adanya"

(Moh. Ichlas El Qudsi, M.Si)

Beragam suku, bangsa ras dan tipe genetik, telah menginaugurasikan manusia dalam suatu struktur dan pranata kehidupan yang indah. Kergaman ini tidak saja menghamparkan fakta manusia sebagai makhluk makrokosmos yang menyejarah, tapi juga dalam kehendak-Nya, manusia dilebih derajatkan menjadi "makhluk yang paling mulia karena ketundukannya (taqwa)". Dalam keragaman yang tersimpan banyak karakteristik itu, kuasa-NYa menyatukan manusia dalam suatu kualifikasi keimanan, yaitu "yang paling bertaqwa". Jika secara jujur kita jabarkan, maka ketaqwaan dalam keragaman ini, tidak disimbolkan dalam lakon keimanan yang formal dan rigid, tapi lebih pada kedewasaan emosional kekhalifahan yang termanifestasi dalam laku bermasyarakat dan bernegara.
Senyatanya, realitas keragaman yang tergambar dalam frasa "tersimpan banyak karakter makhluk" adalah separoh dari hakekat penciptaan yang alamiah, yakni dari yang universal ke yang plural. Maka hukum gerak kehidupan ini perlu dimaknai sebagai fitrah, agar gesekan postif keragaman dapat didalami sebagai senandung yang memvibrasikan alunan nada-nada kehidupan yang enigmatik.

Jika kita menelaah, jumlah suku di Indonesia kurang lebih 230 suku (http://www.id.wikipedia.org), Kenyataan ini berkonsekuensi pada laku dan karakteristik sosial yang berbeda, baik dari bahasa, prilaku sosial budaya yang memiliki keunikan masing-masing. Realitas keragaman ini tidak dilihat sebagai fakta sosial semata. Tapi perlu ditelaah sebagai suatu potensi sumber daya sosial yang laur bisa. Karena sebuah bangsa yang besar adalah yang terkonstruksi dari keragaman nilai-nilai budaya yang tumbuh  dan bersumber dari kodrat sosiologis masyarakatnya.

Ditahun 90-an, pluralitas kita sempat dicederai oleh politik etnis sebegitu dramatis, mulai dari NTT, Ambon, Sampit, Poso dan Ketapang. Masyarakat Indonesia disaat itu seperti sedang mengalami mimpi buruk disiang hari, dikejutkan oleh pembantaian, penjarahan yang memakan korban tidak sedikit. Keramahtamahan dan untaian nilai-nilai sosial etik lokal hilang begitu saja, keragaman tidak lagi menjadi sendu nada-nada kekerabatan yang mengakrabkan.

Inilah kenyataannya, ketika hikmah keragaman tidak lagi difahami, kehidupan dibuat simpel oleh dominasi materi, politik dan kekuasaan. Pluralitas dianggap modal sosial pragmatis untuk mobilisasi suara pada pemilihan umum dan supporter sepak bola. Kita berharap, semua orang menghikmai realitas keragaman sebagai suatu entitas yang menimpan banyak nilai. Wallahualam Bissaawab 
 
Kabayan dan Profesor PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh http://kumpulanceritabermakna   
Saturday, 06 February 2010
Kabayan dan profesor duduk berhadapan di kereta api yang membawa mereka
dari Bandung ke Jakarta. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya, itulah
sebabnya sepanjang perjalanan mereka tidak saling bercakap-cakap.

Untuk mengusir kebosanan, profesor menawarkan sesuatu pada Kabayan,
“Hai Kabayan, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?”

Kabayan diam saja sambil menatap pemandangan di luar jendela kereta.
Hal ini membuat Profesor menjadi gusar. Katanya, “Kabayan, ayo kita main
tebak-tebakan!

Aku akan mengajukan pertanyaan untuk kau tebak. Kalau kau tak bisa
menjawabnya, kau harus membayarku Rp.5.000, Tetapi kalau kau bisa
menjawabnya, aku bayar kau Rp. 50.000.

Kabayan mulai tertarik dengan tawaran itu.

Profesor melanjutkan, “Kemudian, kau ajukan pertanyaan padaku. Kalau
aku bisa menjawabnya, cukup kau bayar aku Rp. 5.000. Tapi kalau aku tak
bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp. 50.000, Bagaimana?”

Mata Kabayan berbinar-binar. Katanya, “Baik kalau begitu. Sekarang
ajukan pertanyaanmu.”

“Ok,”sahut profesor dengan cepat. “Pertanyaanku, berapa jarak yang
tepat antara bumi dan bulan?”

Kabayan tersenyum karena tak tahu apa jawabannya. Ia langsung merogoh
sakunya dan menyerahkan Rp. 5.000,pada profesor. Dengan gembira Profesor
menerima uang itu, “Nah, sekarang giliranmu.”

Kabayan berpikir sejenak, lalu bertanya, “Binatang apa yang sewaktu
mendaki gunung berkaki dua. Tapi sewaktu turun gunung berkaki empat?”

Profesor lalu berpikir keras mencari jawabannya. Ia melakukan
coret-coretan perhitungan dengan kalkulatornya. Kemudian ia mengeluarkan laptop,
menghubungkannya dengan internet dan melakukan pencarian di berbagai
situs ensiklopedi. Beberapa lama, profesor itu mencoba. Akhirnya ia
menyerah.

Sambil bersungut-sungut ia memberi uang Rp. 50.000 pada Kabayan yang
menerimanya dengan hati senang.

“Hai, tunggu dulu!” profesor itu berteriak. “Aku tidak terima. Apa
jawaban atas pertanyaanmu tadi?”

Si Kabayan tersenyum pada profesor. Dengan santai ia merogoh saku
celananya dan menyerahkan Rp.5.000,- pada profesor.

Smiley…! Jangan menganggap orang lain tidak tahu apa yang kita
ketahui, karena seringkali di balik ketidaktahuannya mereka mengetahui apa
yang tidak kita ketahui.
 
Kebenaran Ibarat Udara PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Monday, 01 February 2010
Dikembangkan dari Kata-kata Bijak
Moh Ichlas El Qudsi dalam Catatan Satus Media Jaringan Sosial Facebook.

Kebenaran bak udara, ia ada dimana-dimana dan akan menyebar kemana-kemana...Kebenaran itu ibarat udara yang akan selalu dapat menghampiri kita di dunia ini...di tempat terpencil sekalipun...bahkan seandainya pun kita tidak menghendakinya. Bahkan dalam Islam kebenaran menjadi poros dari segala keyakinan manusia. Setiap manusia yang beragama adalah suatu proses pencarian kebenaran. Kebenaran selalu hadir dalam fitrah dan kesadaran tunggal manusia.

Manusia yang hidupnya jauh dari poros kebenaran adalah manusia yang terhempas dari fitrah kehidupannya. karena setiap manusia yang dilahirkan, fitrahnya adalah kembali pada kebenaran. Hidup diibaratkan juga sebagai siklus atau perputaran menjelajahi inti kebenaran. Setiap manusia yang keluar dari pusat orbitnya (kebenaran) maka tak jarang sering menuai berbagai macam malapetaka.

Apa yang kita rasakan saat ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah akibat keluarnya manusia baik pemimpin dan masyarakat dari khittoh kebenaran yang sesunggunya. Karena kebenaran itu selalu terderivasi dari nilai-nilai berupa kejujuran, keadilan, cinta kasih, amanah dan kepercayaan dan menolak segala macam ketamakan, kerakusan, leserakahan dan sifat-sifat tidakbenar lainnya.

Terseretnya bangsa dalam jurang kemalapetakaan adalah konsekuensi dari kelalaian manusia untuk memusatkan konsentrasi hidupnya pada prinsip-prinsip kebenaran. Korupsi, Kolusi dan nepotisme yang kini telah mengingkubasi dalam sendi-sendi kehidupan adalah akibat dari pembenaran atas sesuatu yang selayaknya bukan merupakan bagian dari hakekat kebenaran.

Kebenaran ibarat udara?

Memang benar adanya, karena tanpa udara kita tidak akan mampu melangsungkan hidup sebab udara adalah kebutuhan dasar dan kemestian, jika demikian, maka apakah kebenaran jua merupakan sebuah kebutuhan hidup? Wallahu'alam bissawab.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 16


 

Salam MLCKegiatanReportaseSeputar KepemimpinanKata MutiaraDialogProfile

Copyright © 2008 Michel El Qudsi Leadership Centre (MLC). All Rights Reserved.
Design by Situsmurah.com.
Untuk tampilan terbaik gunakan Firefox 3