|
|
|
|
Reportase
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 02 January 2010 |
Ichlas El Qudsi Bantu Kader PAN Kamis, 18 September 2008
Padang, Padek-- Semua kita tahu, bahwasanya semua makhluk yang hidup pasti akan menemui ajalnya. Tidak ada satu pun yang mampu bertahan hidup atau pun menghindar dari ketentuan Allah SWT.
Hal itulah yang diungkapkan Muhammad Ichas El Qudsi yang akrab disapa Micel, salah seorang caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari PAN ketika menyerahkan santunan kematian kepada Syafrudin, warga Villaku Indah IV RT 03 RW 06 selaku ahli waris dari Aminah yang merupakan salah seorang kader PAN yang meninggal, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Micel, almarhumah yang memiliki KTA PAN Bersantunan berhak mendapat uang duka sebesar Rp1 juta yang bisa dimanfaatkan ahli warisnya untuk sesuatu yang bermanfaat.
“Khusus untuk wilayah Sumbar 1, pemberian santunan ini sudah yang ke-29 kalinya. Dimana 28 orang meninggal dunia dan satu orang cacat tetap, dengan masing-masing nominal Rp1 juta per orang,†ujar Micel yang didampingi Ketua RT 03 RW 06, Sutan Nirwansyah yang juga salah seorang kader PAN kepada Padang Ekspres, kemarin.
Pembuatan KTA itu, lanjut Micel gratis, tidak dipungut biaya sama sekali. Syaratnya cuma fotokopi KTP saja dan mengisi formulir yang telah disediakan. Santunan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian partai kepada kader-kadernya yang memiliki KTA Bersantunan. “Bagi yang ingin membuat, tinggal menyerahkan KTP kepada pengurus PAN di daerah,†terangnya.
Sementara, Syafrudin mengaku berterima kasih dengan pemberian santunan tersebut. Menurutnya, santunan itu akan digunakan untuk keperluan lainnya. (mg15) |
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 12 December 2009 |
| | Manuver Bank Asing Bank Nasional Terancam
MANADO— Posisi perbankan nasional di Sulut mulai rapuh. Nasabah kredit dan simpanan segmen kecil dan menengah mulai digerus oleh bank asing yang berladang di Manado. Demikian amatan Komisi XI DPR RI saat hearing dengan pimpinan perbankan nasional maupun BPR di Sulut di Kantor BI Manado Kamis pagi.
”Makin banyak bank di Sulut yang mulai menyalurkan kredit usaha kecil, dengan bunga yang bersaing. Ini sebenarnya yang harus diawasi sejumlah perbankan nasional di Sulut,” ujar Emil Muis, Ketua Komisi XI DPR RI, kemarin.
Mohammad Ichlas Elqudsi dari FPAN menyorot penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai di Sulut sangat minim. Dari data yang mereka miliki KUR yang diserap sektor kredit usaha mikro dari masyarakat masih kecil. Ini seharusnya menjadi pelajaran, karena kalau kondisi begini terus perekonomian daerah bisa mengalami tren negatif. ”Nantinya kami akan mencoba memfasilitasi di departemen keuangan untuk menyesuaikan suku bunga bagi kredit kecil ini, agar bisa meningkatkan sejumlah perekonomian tersebut,” kata Elqudsi dan Muis. Musi menambahkan bank-bank nasional di Sulut bisa fokus ke usaha kecil dan mikro. Terlebih khusus KUR ini yang memang cenderung minim di Sulut.
Anggota Komisi XI lainnya,Timo Pangerang mengungkapkan, kredit usaha kecil seperti pertanian memang mengalami penurunan amat jauh di Sulut. Itu disebabkan ada perubahan skema kebijakan dari pemerintah. Di mana untuk kredit sektor pertanian ini, masuk dalam kategori kredit usaha kecil. ”Ekspor komoditi pertanian juga mengalami penurunan, padahal penyerapan kredit ekspor yang ditawarkan menjanjikan dan lebih menguntungkan pihak eksportir,” jelasnya.
”Hal seperti ini menjadi acuan DPR RI untuk dibahas, agar ada peningkatan khusus sektor usaha kecil termasuk pemberian kredit bagi usaha kecil itu, agar tidak direbut bank swasta asing,” tambah anggota dari Fraksi PD ini. Deputi BI Manado Mohamad Najib menyatakan, untuk penyerapan kredit usaha kecil itu mengalami penurunan dilihat dari data sampai November. Ini menjadi perhatian serius pihak perbankan nasional yang ada di Sulut. ”Untuk itu kami juga mengharapkan pimpinan dan anggota DPR RI dapat membawa kondisi ini sampai di Departemen Keuangan, agar ada kebijakan yang lebih memihak kepada penyaluran kredit usaha kecil itu,” tegas Najib. (sky)
| |
|
|
Ditulis Oleh Musfi Yendra
|
|
Monday, 07 December 2009 |
|
Michel : Audisi Menteri Kental Akomodasi Politik Hari ini sampai Senin mendatang, fokus perhatian politik dalam negeri tertuju pada aktivitas audisi calon menteri 2009-2014 yang dilakukan di Cikeas, Bogor. Rumah pribadi SBY itu menjadi saksi penyeleksian putra-putri terbaik bangsa yang akan mendampingi beliau pada kabinet mendatang. SBY dan Boediono sebagai presiden dan wakil presiden terpilih akan dilantik pada tanggal 20 Oktober mendatang. Sehari setelah dilantik dua orang ini juga akan melantik menteri kabinetnya. Tentu saja jabatan menteri menjadi rebutan banyak partai politik. Menteri adalah jabatan basah. Harga diri partai politik kadang juga terletak pada berapa menteri yang masuk dalam kabinet. Tak hanya partai peserta koalisi yang telah berjuang memenangkan SBY-Boediono. Partai yang awalnya ingin menjadi oposisi, kini mengubah haluan politiknya untuk bergabung dengan partai pemenang. Sebut saja Golkar dan PDIP.
Golkar, pasca kemenangan Aburizal Bakrie dalam Munaslub Riau, 4 Oktober lalu nyata-nyata mendukung pemerintahan SBY. Buktinya, salah satu kader Golkar menjadi wakil ketua DPR, Marzukie Ali. Marzukie Ali adalah ketua tim SBY pada Pilres lalu. Kader terbaik Partai Demokrat.
PDIP pun begitu. Awalnya berteriak menjadi oposisi pasca kekalahan Megawati-Prabowo. Kini, PDIP juga telah mengambil jatah ketua MPR RI. Taufik Kiemas, suami Megawati, lawan politik SBY didukung oleh wakil rakyat dari Partai Demokrat. Kini Taufik selalu membangga-banggakan kehebatan SBY, kepada media. Kabarnya partai Moncong Putih itu telah ditawari dua kursi menteri. Untuk siapa? Disebut Puan Maharani, anak pasangan Megawati-Taufik Kiemas dan Pramono Anum, sekjen PDIP diberi jatah. Semua masih teka-teka.
Begitulah politik. Semua tanpa diprediksi. Dari kawan menjadi lawan. Kadang lawan menjadi kawan. Kini 90 persen parlemen telah dikuasai SBY sang pemenang.
Bagaimana sesungguhnya proses ini berjalan, apa harapan wakil rakyat yang telah dilantik beberapa hari lalu terhadap kabinet mendatang. Penghuni Senayan itu menginginkan menteri itu benar-benar orang terbaik.
Salah seorang anggota DPR asal Sumbar, Mohammad Ichlas El Qudsi mengatakan, semoga audisi itu memang ditujukan sebagai penentuan akhir kandidat menteri.
"Kita berharap ini memang ditujukan sebagai langkah akhir dari penentuan posisi para kandidat yang sering disebut-sebut media. Yang mungkin lebih satu orang pada tiap-tiap portofolio, bukan sekedar menimbulkan kesan bahwa ada seleksi dari presiden, "ungkap Michel, beberapa saat lalu kepada www.padang-today.com via telpon genggam.
Dikatakan anggota Komisi XI DPR ini, lebih dari itu kita mengharapkan agar para kandidat menteri ini dapat memenuhi kriteria dan harapan masyarakat.
"Pembantu presiden itu harus profesional, meskipun tentunya tidak bisa menghindari adanya akomodasi politik. Akomodasi politik jelas kental "ungkap anggota Fraksi PAN DPR RI ini. (*) |
|
|
Ditulis Oleh Musfi Yendra, S.IP
|
|
Monday, 07 December 2009 |
|
KEBANGKITAN POLITIK ANAK MUDA MINANGKABAU Tak pantas meragukan kiprah orang Minangkabau di pentas nasional. Jangan terlalu bernostalgia dengan nama besar Hatta, Hamka, Syahrir, Tan Malaka, Natsir, Rasuna Said, Chairul Saleh dan lain-lain. Semua tahu bahwa nama-nama besar itu adalah aktor-aktor utama berdirinya negara Indonesia ini.
Kini adalah era kebangkitan anak muda Minangkabau. Mereka menempuh jalur politik sebagai penoreh sejarah pengganti nama besar sebelumnya. Sebuah kesadaran bahwa betapa beratnya menyebut diri sebagai orang Minangkabau, kalau tidak memberi arti terhadap perjuangan bangsa dan negara.
Beberapa waktu yang lalu H. Sutan Zaili Asril (Wartawan Senior) menulis tentang kiprah Irman Gusman. Irman Gusman disebut sebagai tokoh sentral di Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Irman adalah orang yang telah banyak berbuat untuk rakyat Sumatera Barat. Diantara 4 orang anggota DPD dari Sumbar periode 2004-2009, Irman dinilai memiliki kontribusi yang besar memajukan daerah. Tanpa mengecilkan arti yang lain. Irman Gusman juga orang yang diberi kepercayaan besar ditingkatkan nasional dan bahkan internasional. Kesuksesannya mendatangkan investor ke tanah air adalah bukti nyata untuk bangsa.
Selain Irman Gusman beberapa orang Menetri Kabinet SBY adalah putra Minangkabau. Mereka adalah generasi yang beranjak tua. MS Kaban Menteri Kehutanan, juga menjabat ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB). Bachtiar Chamsah Menteri Sosial, fungsionaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Fahmi Indris Menteri Perindustrian, fungsionaris Partai Golkar. Meutia Hatta Menteri Peranan Perempuan, menjabat sebuah ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Hatta, Syahrir, Hamka,Chairul Saleh dan Natsir baru sepertinya telah lahir kembali. Pemilu 2009 ini sebagai bukti. Sebut Fadli Zon, Indra Jaya Piliang, Jefrie Geovanie, Adrian Maulana Jambek, Irwan Prayitno, Muhammad Ichlas El Qudsi (Michel), Halida Hatta, Wendra Yunaldi, Rosdinal Hasan, Ikbal Bachtiar, Ekos Akbar adalah nama-nama besar yang menjadi icon partai politik besar saat sekarang. Mereka terlahir dari rahim bundo kanduang.
Kiprah mereka secara nasional selama ini tak diragukan lagi. Fadli zon adalah sahabat dekat Prabowo Subianto. Fadli Zon (FZ) salah seorang pendiri Partai Gerindra. Selain sebagai akademisi juga banyak menulis buku. Sejak mahasiswa sudah aktif mengembangkan diri dengan di berbagai organisasi. Pelajar Islam Indonesia (PII), senat UI dan sampai hari ini juga aktif di media. Tak ada yang tahu kalau sebelumnya FZ adalah putra Minangkabau. Sekarang ia buktikan kepeduliannya terhadap Sumatera Barat dengan maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Gerindra.
Indra Jaya Piliang (IJP), sebelumnya dikenal sebagai pengamat politik CSIS. IJP adalah sosok anak muda Minangkabau yang amat kritis. Tentu tidak mudah menjadi bagian dari lembaga CSIS. IJP dikagumi sebaga intelektual yang banyak menulis. Setiap berbicara selalu menjadikan sejarah sebagai referensi. Kisahnya menjadi orang muda terkenal cukup unik. Pernah berjualan sate Piaman di ibukota. Merasakan kerasnya hidup di Jakarta ia lalui. Walaupun begitu ia suka melahap banyak pemikiran tokoh-tokoh dunia melalui kegemarannya membaca. IJP menjadi bagian penting dalam perumusan naskah akademik berbagai regulasi baru negara. Mengubah bangsa tak cukup berada diluar sistem, katanya disuatu kesempatan. "Makanya saya memilih menjadi caleg Partai Golkar dalam rangka mendisiplinkan demokrasi, "Ungkap IJP lagi.
Jefrie Geovanie (JG) adalah anak muda yang awalnya sukses dalam bisnis besar. Setelah matang dalam dunia bisnis (save financial) menerjunkan diri dalam dunia intektual dan politik. Aktivitas intelektual sebenarnya sudah dimulai sejak menjadi mahasiswa. Sekarang ia adalah Direktur Eksekutif Indonesian Institute, sebuah LSM intelektual. Aktivitas politik JG dimulai ketika dipercaya Amien Rais menjadi ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Propinsi Bali. Tahun 2005 JG "dipaksa" IJP pulang kampung ke Sumatera Barat untuk maju menjadi calon gubernur. IJP dan kawan-kawan mampu meyakinkan JG. Hingga ia maju menjadi calon gubernur termuda di Sumatera Barat waktu itu. Walaupun tak mendapat dukungan dari partainya PAN, tapi JG menempati urutan ketiga. Setelah itu JG berpindah ke Partai Golkar. Anak muda cerdas ini dipercaya sebagai Wakil Direktur Eksekutif Badan Pemenanganan Pemilu Partai Golkar. Bahkan ia hampir saja maju menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Sekarang komitmen JG membangun Sumatera Barat dengan maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Golkar.
Irwan Prayitno (IP) membuktikan diri sebagai tokoh berpengaruh di DPR RI. Dua periode menjadi anggota legislatif selama itu pula beliau dipercaya menjadi ketua komisi. Pernah ditawari kursi menteri oleh SBY, tapi ditolak karena ingin fokus di legislatif. IP adalah pendiri Partai Keadilan (PK) yang kemudian berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai dakwah ini tahun 2005 memutuskan IP maju sebagai calon gubernur Sumatera Barat. Pada waktu itu IP juga menolak, tapi karena keputusan partai ia harus taat. Ini sistem yang diterapkan bagi kader PKS, tak boleh meminta amanah juga tak boleh menolak kalau sudah diputuskan. IP berada diurutan kedua setelah Gamawan Fauzi. Di Sumatera Barat IP adalah orang yang amat peduli dengan pendidikan. Adzkia adalah lembaga pendidikan yang ia dirikan. Sekolah berbasis Islam terpadu ini dari jenjang TK sampai perguruan tinggi. Salah seorang anggota dewan pusat dengan gelar profesor ini dipercaya kembali oleh PKS untuk maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1.
Muhammad Ichlas El Qudsi (Michel) adalah nama yang tak asing bagi masyarakat Sumatera Barat. Dalam analogi pertanian Michel adalah petani sawit bukan kangkung darat. Jauh sebelum Pemilu ini Michel sudah menanam investasi politik dalam kurun waktu yang lama. Kepeduliannya terhadap kegiatan masyarakat seperti sosial, pertanian, pembinaan akhlak generasi, pendidikan dan usaha kecil menengah membuat namanya akrab bagi masyarakat. Setiap moment hari besar agama dan nasional ia memasang ucapan selamat dengan baliho dan spanduk dimana-mana. Memberikan penghargaan kepada guru, beasiswa, korban bencana dan pelatihan wirausaha adalah bagian aktivitasnya untuk masyarakat. Michel adalah anak muda Sumbar yang menjadi tokoh penting Partai Amanat Nasional (PAN) di pusat. Penulis pernah menyampaikan ke Michel baiknya beliau maju sebagai gubernur tahun depan. Beliau menjawab, "jalani yang sekarang aja dulu Musfi, "ujarnya. Sekarang Michel maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari PAN.
Selain nama diatas juga ada Wendra Yunaldi (WY) menempuh jalur politik untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mantan ketua Senat Universitas Bengkulu ini, sebelumnya pernah menjadi staf ahli DPD RI. Kemudian beliau mengundurkan diri dan pulang kampung mencalonkan diri menjadi ketua KNPI Payakumbuh. Sekarang WY adalah ketua KNPI Payakumbuh dan calon anggota DPD RI utusan Sumatera Barat.
Beberapa anak muda Minangkabau yang terjun ke politik praktis di Pemilu ini juga merupakan anak tokoh tua. Sebut Rosdinal Salim caleg Partai Golkar, anak mendiang Emil Salim . Ikbal caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) anak Bachtiar Chamsah. Halida Hatta caleg Parta Gerindra anak mendiang Proklamator Bung Hatta. Halida memang tidak maju mewakili dari Sumbar. Adrian Maulana adalah cucu Djamil Djambek ulama terkenal Minangkabau.
Selain nama-nama diatas tentu masih banyak lagi anak muda Minangkabau yang tak bisa disebut satu-persatu yang bertarung pada Pemilu ini. Saya yakin mereka adalah anak nagari terbaik yang dimiliki di Minangkabau. Kemudian juga ada nama seperti Rizal Ramli, Tifatul Sembiring, Yusril Ihza Mahendra, yang disebut sebagai calon presiden pada Juli 2009 mendatang.
Minangkabau hari ini kurang apa? Kenapa selalu menanyakan kapan lahir generasi seperti Hatta Cs? Diluar bidang politik dan pemerintahan, seperti akademisi, pengamat dan pakar semua bidang, pengusaha, pimpinan BUMN, iplomat,sastrawan/budayawan, wartawan, peneliti, hampir diisi oleh anak-anak yang berdarah Minangkabau. Untuk tingkat lokal di Sumatera Barat sendiri, tokoh muda terus berkiprah di berbagai bidang.
Persoalannya adalah mampukah mereka bersatu untuk membangun kampung halaman, dikala menasional? Mampukah mereka menjembatani antara rantau dan kampung? Bagi mereka yang menjadi caleg butuh pembuktian dari setiap janji yang mereka sampaikan selama kampanye kepada masyarakat. Jangan hanya menjadi caleg impor untuk kepentingan sesaat dari Jakarta. Walaupun anda keturunan nagari adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ini. Sekiranya anda duduk menjadi anggota dewan karena dipilih orang kampung, tapi anda melupakan mereka dengan amanah itu, anda sama dengan Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya!
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 16 January 2009 |
|
M. Ichlas El Qudsi di Padang Ekspres, Membangun Mesti Kreatif
Sumatera Barat punya potensi melimpah. Sayang sejauh ini, potensi belum digarap maksimal. Sektor kelautan, alam yang mempesona, dan lahan yang subur belum memberikan kemakmuran bagi rakyat. Ini diperparah oleh konsep pembangunan yang tak jelas, dan koordinasi antarkabupaten/kota yang kurang berjalan. Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Amanat Nasional, M. Ichlas El Qudsi berdiskusi dengan jajaran Redaksi Padang Ekspres, di Carano Room Padang Ekspres, kemarin. Akibat tak adanya konsep yang jelas dan tak adanya koordinasi antardaerah kabupaten/kota, muncul sikap latah bupati/wali kota dalam membangun. Masing-masing kepala daerah saling meniru. Padahal antara kabupaten/kota beda kondisi. “Inilah salah satu penyebab sektor pariwisata dan perekonomian di Sumbar tidak berkembang. Lihat saja, yang satu membuat waterboom, semuanya ingin membuat,” kata lulusan S2 Universitas Indonesia ini. Begitu pula, kata M. Ichlas El Qudsi, di sektor perkebunan, dan sektor lain. Semua daerah fokus pada satu atau dua komoditi yang sama. Diskusi yang dipandu Wakil Pemimpin Umum Padang Ekspres Wiztian Yoetri itu, juga dihadiri Caleg DPRD Sumbar Yandri dan Caleg DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Pemimpin Redaksi Posmetro Padang Sukri Umar dan Wakil Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Montosori. Kondisi yang saling meniru itu akhirnya menyebabkan terjadinya persaingan tidak sehat antara satu daerah dengan daerah lainnya. Perekonomian masyarakat menjadi rapuh dan sulit bergerak. Apalagi jika benar-benar terjadi krisis di tahun ini. Seharusnya, kata Michel—panggilan Muhammad Ichlas El Qudsi—bupati dan wali kota memiliki komoditi dan wisata unggulan tersendiri di daerahnya. “Seharusnya ada duplikasi kreatif, tidak hanya latah meniru apa yang dibuat daerah lain,” ujar Michel yang pada Pemilu 2009 “bertarung” di Daerah Pemilihan 1 Nomor Urut 3. Agar tidak tumpang tindih, Michel menyarankan agar Pemprov melakukan koordinasi. Dengan menerapkan pola one village, one product atau satu daerah satu produk sehingga basis perekonomian masyarakat menjadi kuat. Daerah punya keunggulannya masing-masing. Untuk jangka panjang, putra sulung Alm. H. Helmi Nisan dan Dra. Hj. Yulmidar Syafei ini mengatakan, pemerintah jangan hanya berorientasi ekspor dalam memasarkan komoditi unggulannya. Sudah harus mulai dipikirkan bagaimana agar komoditi tersebut dipasarkan dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi mengisi kebutuhan lokal. Misalnya dengan mendirikan pabrik pengolahan komoditi seperti sawit, cengkeh, kelapa, dan kulit manis. “Sumbar punya potensi besar untuk itu. Jika itu dilakukan maka pertani dan daerah bisa memperoleh value added (nilai tambah). Saat terjadi kelesuan pasar internasional, masih dapat diselamatkan lewat penjualan di dalam negeri,” tegas alumni SMA Negeri 2 Padang ini. Untuk jangka pendek menghadapi ancaman krisis global di tahun 2009, pemerintah daerah perlu memanfaatkan dan mengelola potensi lokal. “Meminilisir penggunaan produk-produk dari luar negeri,” tambah Michel yang menamatkan pendidikan SI di Fakultas MIPA Universitas Andalas ini. Sedangkan untuk sektor pariwisata, pengelolaan objek, paket dan iven pariwisata dinilainya tidak berjalan maksimal dalam menarik wisatawan datang ke Sumbar. Link dengan travel agen dari dalam maupun luar negeri dalam memasarkan paket wisata pun belum begitu terlihat. Apabila itu sudah ada, maka wisatawan bisa mendapat gambaran jelas objek-objek wisata yang akan dikunjungi saat sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pintu gerbang masuknya wisatawan.
Kinerja Legislatif Berbicara soal anggota legislatif, mantan aktivis Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu menyebutkan, ke depan perlu adanya uji publik terhadap keputusan atau peraturan yang akan dan telah dibuat DPR dan DPRD. Peraturan seperti Perda APBD dan UU APBN harus diumumkan secara luas kepada masyarakat. “Wakil rakyat juga mesti melaporkan kinerjanya secara transparan ke publik. Punya sensitivitas, “ kata Michel yang juga pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Institute For Exelent Leadership Development (IELD) di Jakarta. Anggota legislatif juga mesti didukung potensi yang ada di dalam dirinya, sehingga memahami tugas dan fungsinya serta tidak menjadi “mentimun bungkuk” atau tumpul saat berada di gedung dewan. “Jika terpilih menjadi anggota DPR, Saya akan membuat posko untuk menampung aspirasi masyarakat dan secara periodik mengunjungi Sumbar,” ujar suami Hj. Difla Wiyani, SH ini. (***) |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 15 |
|
|