|
|
|
|
Reportase
|
Ditulis Oleh http://www.kliksumbar.com/berita-2588-pemuda-mesti-menjadi-pendobrak-sistem-yang-bobrok.html
|
|
Saturday, 07 April 2012 |
|
Pemuda adalah sosok yang berani bertindak revolusioner mendobrak sistem yang bobrok. "Artinya pemuda kini harus mampu mandiri, karena sifat pemuda itu memungkinkan untuk itu," ujar Chairul Umaya pada diskusi kebangsaan dan kepemudaan pada acara Pelantikan PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Sabtu (7/4) di Auditorium Bank Indonesia, Padang. Pasalnya statistik menyebutkan, 7,8 juta pemuda di Indonesia menganggur. "Ini tidak bisa dibiarkan. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pioner menciptakan kader yang jadi pengusaha dan berwirausaha. Orang minang sejak dulu terkenal dengan jiwa dagang, tapi kekinian justru jadi PNS makin jadi primadona bagi pemuda minang," sebut Chairul. Diskusi ini menghadirkan pembicara selain Chairul Umaya, juga Ketua Umum PP Pemuda Muhamdiyah, dan dua anggota DPR RI kader Muhamadiyah, Taslim dan Michel El Qudsi. Michel pada kesempatan mengajak kader muhamadiyah fokus pada pemberdayaan ekonomi kader. "Jangan pikirin politik, saya aja bosan melihat hiruk pikuk politik di televisi," ujar Michel. Sementara Taslim menyebutkan, investasi asing telah menggerus rasa nasionalisme sebagai bangsa berdaulat. "Papua kalau tidak pandai memenejnya sebentar lagi bisa selamat tinggal dari NKRI ini, itu disebabkan ketergantungan pada modal asing," ujar Taslim. Bahkan saat di Banggar DPR RI, Taslim pernah mendesak pemerintah untuk meningkatkan royalti sektor pertambangan. "Tapi apa desakan saya, hanya mampu menaikkan dari 2 persen menjadi 3,5 persen, seharusnya 5 persen, kata Taslim. |
|
|
Ditulis Oleh http://studiklubdemokrasi.blogspot.com/
|
|
Friday, 30 March 2012 |
|
Jakarta-- Lembaga DPR akan memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mempunyai kredibilitas tinggi, dan terbebas dari konflik kepentingan. Karena sebagai lembaga independen, BPK harus mampu menjaga nilai-nilai etika, moral, integritas dan profesionalisme, dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara.
Penegasan tersebut disampaikan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN, Mohammad Ichlas El Qudsi atau akrab disapa Michel El Qudsi kepada wartawan, Kamis (1/3) di Gedung DPR RI. Dia berharap seleksi calon anggota BPK harus melahirkan orang-orang yang mempunyai kredibilitas dan kemampuan yang memadai dalam menjaga eksistensi lembaga tersebut sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang independen. “Jadi DPR pasti akan sangat teliti dalam melakukan uji kepatutan dan kelayakan bagi anggota BPK ,” kata Michel sambil menambahkan bahwa etika moral, integritas dan profesional anggota BPK harus lebih di utamakan. Untuk menjaga indpendensi BPK, tambah politisi PAN asal Sumbar itu, tentu para calon anggota BPK harus terhindar dari konflik kepentingan yang akan melemahkan peran anggota BPK dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai lembaga yang independen. “Intervensi kepentingan tidak boleh dilakukan oleh siapa saja, kalau akan mempengaruhi fungsi dan tugas pokok dari BPK itu sendiri. Dengan tidak adanya konflik kepentingan di dalam BPK akan membuat lembaga ini lebih dapat dipercaya oleh masyarakat dalam melakukan pengawasannya terhadap penggunaan keuangan negara,” tuturnya. Sedang terkait dengan tujuh nama calon anggota BPK usulan DPD RI, Michel mengatakan bahwa DPR punya hak konstitusi untuk menentukan calon anggota BPK, termasuk tujuh nama yang telah diajukan oleh DPD RI. Namun, tambah dia, Komisi XI belum memutuskan apakah akan memilih calon yang diajukan DPD RI atau tidak. "Jadi apapun pilihan DPR nanti, DPD tidak boleh menolaknya. Maaf saja, karena memang DPD kan sifatnya hanya memberikan pertimbangan," ujar Michel. |
|
|
Ditulis Oleh http://www.padang-today.com
|
|
Friday, 23 March 2012 |
|
Gempa dan tsunami yang terjadi di Kepulauan Mentawai adalah peristiwa yang membuat miris semua elemen bangsa. Musibah ini mengakibatkan banyaknya korban yang meninggal dunia dan kehilangan tempat tinggal serta hidup di pengungsian dengan segala keterbatasan. Penderitaan yang sedang dirasakan masyarakat kepulauan Mentawai khususnya yang tertimpa musibah tersebut haruslah menjadi perhatian yang pemerintah dengan mengupayakan berbagai percepatan pemulihan kondisi pasca bencana. Demikian dikemukakan oleh HM. Ichlas el Qudsi, S.Si, M.Si, Anggota DPR RI asal Sumatera Barat saat pelepasan relawan dan bantuan menuju Mentawai di pelabuhan Bungus,Padang, Kamis (18/11/2010) lalu . Politisi dari Partai Amanat Nasional tersebut menyatakan keprihatinanya dan ikut merasakan duka yang mendalam terhadap penderitaan yang sedang dirasakan masyarakat di Mentawai. Khususnya masyarakat korban bencana. Sebagai empati terhadap peristiwa tersebut, Michel (panggilan HM. Ichlas el Qudsi, red) melalui program HM. Ichlas el Qudsi Peduli Mentawai akan menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang terkena musibah. Bersama bantuan tersebut juga diberangkatkan 7 orang relawan yang akan bekerja membantu masyarakat dan mendistribusikan bantuan kepada korban. "Kepada relawan yang diberangkatkan menuju kawasan bencana dapat bekerja secara maksimal agar penyaluran bantuan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam melaksanakan tugas menyalurkan bantuan para relawan agar tetap mengutamakan keselamatan," ungkap Putra Padang itu. Bantuan tahap pertama, dari dua tahap yang direncanakan sebesar Rp100 juta, terdiri dari obat-obatan, beras, sarden, susu, selimut, air mineral, mie instan, biskuit, dan pakaian. Diserahkan Michel kepada kepada koordinator program HM. Ichlas el Qudsi Peduli Mentawai, Ervendi Chaniago. Selanjutnya akan didistribusikan oleh relawan langsung kepada korban diwilayah yang masih belum tersentuh bantuan secara maksimal. Koordinator program HM. Ichlas el Qudsi Peduli Mentawai, Ervendi Chaniago menyatakan bahwa program pengiriman bantuan dan relawan ke Kepulauan Mentawai ini telah direncanakan pada fase awal masa tanggap darurat. "Namun karena terbatasnya dan sulitnya jalur transportasi akibat cuaca buruk membuat program ini baru dilaksanakan pada saat ini," kata Ervendi. Walaupun demikian program ini ditargetkan berjalan maksimal sehingga mampu menutupi kekurangan dan lubang -lubang distribusi bantuan yang belum terjamah secara maksimal. Sasaran distribusi bantuan dan wilayah kerja relawan HM. Ichlas el Qudsi Peduli Mentawai adalah wilayah yang terkena tsunami di Sipora dan Sikakap. Terutama desa-desa yang masih terisolir dan belum tersentuh bantuan obat-obatan, makanan dan pakaian secara maksimal. "Selanjutnya tim relawan akan bergabung bersama tim dari DPD PAN Mentawai dan tim asasment yang telah lebih dulu di berangkatkan ke Mentawai. Dalam rangka memudahkan jangkauan dan pemerataan distribusi bantuan tersebut relawan akan didukung oleh 2 buah unit speed boat sehingga bantuan benar-benar akan mampu menjangkau wilayah yang selama ini sulit disentuh bantuan," demikian kata ervendi. |
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 09 March 2012 |
|
JAKARTA--Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Mohammad Ichlas El Qudsi menegaskan tanpa membenahi infrastruktur utamanya jalan-jalan antar-provinsi di Sumatera maka Master Plan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan menjadi dokumen. Hal tersebut ditegaskan Mohammad Ichlas El Qudsi menyikapi pernyataan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, DR Ali Asmar tentang kondisi jalan lintas-Sumatera dalam rapat kerja Sekdaprov se Indonesia dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Sabtu (26/11). "Sukses tidaknya rencana MP3EI sangat tergantung dengan komitmen pemerintah membenahi dan membangun jalan di luar Pulau Jawa. Kalau komitmennya rendah, dengan sendirinya MP3EI tetap sebatas wacana dan seluruh gagasan yang tertuang dalam MP3EI akan jadi dokumen belaka," ujar Mohammad Ichlas El Qudsi, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (28/11). Agar gagasan yang tertuang dalam MP3EI itu tidak menjadi dokumen, lanjutnya, berbagai aspirasi seperti yang disampaikan Sekdaprov Sumbar tentang kondisi jalan lintas Sumatera, hendaknya dapat direspon positif oleh pengambil kebijakan di tingkat Pemerintahan Pusat. "Dewan Perwakilan Daerah selaku representasi daerah di Parlemen tentu akan kita dukung untuk menyampakan aspirasi perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan lintas Sumatera itu ke pusat," tegas anggota KOmisi XI DPR asal Sumatera Barat itu. Terakhir, dia juga menyesalkan rendahnya perhatian pemerintah terhadap jalan lintas Sumatera yang dia nilai sudah tidak nyaman dan aman lagi untuk dilalui. "Karena itu, saya minta pemerintah memberi perhatian serius,” pintanya. Sebelumnya Sekdaprov DR Ali Asmar di hadapan peserta Raker Sekretariat DPD RI, meminta Pemerintah Pusat membenahi kembali infrastruktur jalan negara yang terbentang dari Provinsi Lampung hingga Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam karena fungsi jalan negara itu dirasa sangat penting dan strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera. Dalam catatannya, sudah 15 tahun jalan tersebut tidak dibenahi secara signifikan. Yang lebih memperihtinan, sebuah disain nasional yang komprehensif untuk memperbaiki kondisi jalan negara itu hingga kini belum pernah terdengar. (fas/jpnn) |
|
|
Ditulis Oleh http://studiklubdemokrasi.blogspot.com/
|
|
Saturday, 03 March 2012 |
|
Jakarta-- Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN, Mohammad Ichlas El Qudsi mengaku kecewa berat terhadap Bank Indonesia (BI) karena tidak juga memperketat pengawasan terhadap perbankan pengguna jasa debt collector. “Debt collector bukanlah tukang pukul yang bisa menganiaya nasabah. Jadi saya minta aturan untuk pekerja debt collector lebih diperketat dengan kontrol dan pengawasan yang berlapis,” kata El Qudsi dihubungi, Senin (20/2). Michel El Qudsi demikian sapaan akrab politisi dari PAN itu menyayangkan BI yang belum benar-benar menjadikan tindak kekerasan debt collector terhadap nasabah sebagai pelajaran. “Buktinya, kekerasan terhadap nasabah kembali terjadi lagi, yang kali ini korbannya adalah Muji Harjo yang menjadi korban penganiayaan oleh debt collector PT Bank UOB Indonesia,” ujarnya. Karenanya, sambung El Qudsi, BI perlu melakukan langkah-langkah pengetatan, terkait dengan sistem pembayaran kartu kredit. Langkah-langkah tersebut adalah; Pertama, aturan pengamanan kartu kredit macet dan langkah-langkah pengamanannya. Kedua, aturan penggunaan jasa pihak ketiga seperti debt colector dan standar prosedur operasional penagihan. Ketiga, aturan perlindungan terhadap nasabah sebagai konsumen perbankan. Keempat, aturan penerapan sanksi terhadap perbankan yang menggunakan pihak ketiga dan menyalahi etika dan profesionalisme. Apalagi dengan cara kekerasan dan menghilangkan nyawa seseorang. “Aturan tersebut harus berlaku untuk siapa saja yang bergerak dalam jasa perbankan, tidak terkecuali bank asing,” tandas El Qudsi. |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 61 |
|
|