Kata-kata Mutiara

Bambu memiliki cara yg unik dalam bertumbuh dg merumpun dan menggandakan ruas serta mengoptimalkan panjang dan diameter ruas tersebut...hikmah yg dapat kita ambil adalah, bertumbuh memiliki aspek pembangunan komunitas yg tidak boleh ditinggalkan, mengembangkan berbagai aktivitas dan ranah serta mengoptimalkannya hingga memiliki nilai guna yg tdk kecil....

 

Kita barangkali dapat belajar dari semut soal efisiensi dan efektifitas..penggunaan lahan yg efisien dalam barisan..pergerakan dan komunikasinya yang tidak bertele-tele serta pencapaian target dan tujuannya yang jelas dan terukur..baik secara perorangan maupun berkelompok...

 

Keindahan dan keanggunan cahaya rembulan hanya dapat dilihat dan dirasakan dari pandangan yang jauh...sementara pesona dan keharuman sekuntum mawar hanya dapat dinikmati dari kedekatan...maka, jikalau ingin menjadi yg terbaik adalah anggun n indah dari jauh serta wangi n mempesona dari dekat...mari mencapainya...

 

sebuah tiang akan berdiri kokoh tatkala ditopang oleh pasak2 yang saling berbeda arah bahkan saling berhadapan utk mencapai kesetimbangan...sama halnya dg karya2 kehidupan...

 

Setiap makhluk hidup memiliki cara yg berbeda utk mencapai tujuan..tumbuhan berdiam di lokasi yg relatif tetap lalu memperkuat diri..hewan mengandalkan kemampuan penjelajahannya...sdg manusia menggunakan pengembaraan pikirnya....

 

Perubahan bentuk dan morfologis di alam seperti ukuran, warna dan asesoris memiliki arti perubahan fisiologis dan peran serta kematangan...tapi bagi manusia justru tidak bisa dijadikan ukuran kedewasaan seseorang...banyak yg tdk begitu..

 

Utk menjadi batu mulia yg indah dibutuhkan waktu yg panjang n proses yang spartan dan berliku...begitu juga kita manusia..utk mdptkan karakter terbaik..bth waktu n proses....

 

Jika pernah melihat pusaran angin..terlihat bhw semakin ketengah ia akan semakin kuat energinya..ia kan mampu meruntuhkan dan menghancurkan apapun jua yg ada didepannya.. aktifitas hidup ini juga seperti pusaran...semakin kita terlibat di dalamnya akan semakin besar pula kekuatan kita...tinggal kita memilih pusaran yg benar...

 

Kita barangkali dapat belajar dr semut soal efisiensi dan efektifitas..penggunaan lahan yg efisien dlm barisan..pergerakan n komunikasinya yg tdk bertele2 serta pencapaian target n tujuannya yg jelas dan terukur..baik secara perorangan maupun berkelompok...

 
Menjadi kunang2 yang bersinar dimalam hari adalah ibarat menjadikan diri penuh cahaya tuk pedoman bagi yang membutuhkan...sekalipun tidak seberapa artinya bila dibandingkan cahaya yg paling terang
 
Lihat selengkapnya..

Links
PAN
Profil Michel
Facebook Michel
Google
Yahoo
Sindikasi
Yang Sedang Online


Reportase
Padang-Today.com, 15 April 2009 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Musfi Yendra, S.IP   
Monday, 07 December 2009

KEBANGKITAN POLITIK ANAK MUDA MINANGKABAU

 

Tak pantas meragukan kiprah orang Minangkabau di pentas nasional. Jangan terlalu bernostalgia dengan nama besar Hatta, Hamka, Syahrir, Tan Malaka, Natsir, Rasuna Said, Chairul Saleh dan lain-lain. Semua tahu bahwa nama-nama besar itu adalah aktor-aktor utama berdirinya negara Indonesia ini.

Kini adalah era kebangkitan anak muda Minangkabau. Mereka menempuh jalur politik sebagai penoreh sejarah pengganti nama besar sebelumnya. Sebuah kesadaran bahwa betapa beratnya menyebut diri sebagai orang Minangkabau, kalau tidak memberi arti terhadap perjuangan bangsa dan negara.

Beberapa waktu yang lalu H. Sutan Zaili Asril (Wartawan Senior) menulis tentang kiprah Irman Gusman. Irman Gusman disebut sebagai tokoh sentral di Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Irman adalah orang yang telah banyak berbuat untuk rakyat Sumatera Barat. Diantara 4 orang anggota DPD dari Sumbar periode 2004-2009, Irman dinilai memiliki kontribusi yang besar memajukan daerah. Tanpa mengecilkan arti yang lain. Irman Gusman juga orang yang diberi kepercayaan besar ditingkatkan nasional dan bahkan internasional. Kesuksesannya mendatangkan investor ke tanah air adalah bukti nyata untuk bangsa.

Selain Irman Gusman beberapa orang Menetri Kabinet SBY adalah putra Minangkabau. Mereka adalah generasi yang beranjak tua. MS Kaban Menteri Kehutanan, juga menjabat ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB). Bachtiar Chamsah Menteri Sosial, fungsionaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Fahmi Indris Menteri Perindustrian, fungsionaris Partai Golkar. Meutia Hatta Menteri Peranan Perempuan, menjabat sebuah ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Hatta, Syahrir, Hamka,Chairul Saleh dan Natsir baru sepertinya telah lahir kembali. Pemilu 2009 ini sebagai bukti. Sebut Fadli Zon, Indra Jaya Piliang, Jefrie Geovanie, Adrian Maulana Jambek, Irwan Prayitno, Muhammad Ichlas El Qudsi (Michel), Halida Hatta, Wendra Yunaldi, Rosdinal Hasan, Ikbal Bachtiar, Ekos Akbar adalah nama-nama besar yang menjadi icon partai politik besar saat sekarang. Mereka terlahir dari rahim bundo kanduang.

Kiprah mereka secara nasional selama ini tak diragukan lagi. Fadli zon adalah sahabat dekat Prabowo Subianto. Fadli Zon (FZ) salah seorang pendiri Partai Gerindra. Selain sebagai akademisi juga banyak menulis buku. Sejak mahasiswa sudah aktif mengembangkan diri dengan di berbagai organisasi. Pelajar Islam Indonesia (PII), senat UI dan sampai hari ini juga aktif di media. Tak ada yang tahu kalau sebelumnya FZ adalah putra Minangkabau. Sekarang ia buktikan kepeduliannya terhadap Sumatera Barat dengan maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Gerindra.

Indra Jaya Piliang (IJP), sebelumnya dikenal sebagai pengamat politik CSIS. IJP adalah sosok anak muda Minangkabau yang amat kritis. Tentu tidak mudah menjadi bagian dari lembaga CSIS. IJP dikagumi sebaga intelektual yang banyak menulis. Setiap berbicara selalu menjadikan sejarah sebagai referensi. Kisahnya menjadi orang muda terkenal cukup unik. Pernah berjualan sate Piaman di ibukota. Merasakan kerasnya hidup di Jakarta ia lalui. Walaupun begitu ia suka melahap banyak pemikiran tokoh-tokoh dunia melalui kegemarannya membaca. IJP menjadi bagian penting dalam perumusan naskah akademik berbagai regulasi baru negara. Mengubah bangsa tak cukup berada diluar sistem, katanya disuatu kesempatan. "Makanya saya memilih menjadi caleg Partai Golkar dalam rangka mendisiplinkan demokrasi, "Ungkap IJP lagi.

Jefrie Geovanie (JG) adalah anak muda yang awalnya sukses dalam bisnis besar. Setelah matang dalam dunia bisnis (save financial) menerjunkan diri dalam dunia intektual dan politik. Aktivitas intelektual sebenarnya sudah dimulai sejak menjadi mahasiswa. Sekarang ia adalah Direktur Eksekutif Indonesian Institute, sebuah LSM intelektual. Aktivitas politik JG dimulai ketika dipercaya Amien Rais menjadi ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Propinsi Bali. Tahun 2005 JG "dipaksa" IJP pulang kampung ke Sumatera Barat untuk maju menjadi calon gubernur. IJP dan kawan-kawan mampu meyakinkan JG. Hingga ia maju menjadi calon gubernur termuda di Sumatera Barat waktu itu. Walaupun tak mendapat dukungan dari partainya PAN, tapi JG menempati urutan ketiga. Setelah itu JG berpindah ke Partai Golkar. Anak muda cerdas ini dipercaya sebagai Wakil Direktur Eksekutif Badan Pemenanganan Pemilu Partai Golkar. Bahkan ia hampir saja maju menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Sekarang komitmen JG membangun Sumatera Barat dengan maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Golkar.

Irwan Prayitno (IP) membuktikan diri sebagai tokoh berpengaruh di DPR RI. Dua periode menjadi anggota legislatif selama itu pula beliau dipercaya menjadi ketua komisi. Pernah ditawari kursi menteri oleh SBY, tapi ditolak karena ingin fokus di legislatif. IP adalah pendiri Partai Keadilan (PK) yang kemudian berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai dakwah ini tahun 2005 memutuskan IP maju sebagai calon gubernur Sumatera Barat. Pada waktu itu IP juga menolak, tapi karena keputusan partai ia harus taat. Ini sistem yang diterapkan bagi kader PKS, tak boleh meminta amanah juga tak boleh menolak kalau sudah diputuskan. IP berada diurutan kedua setelah Gamawan Fauzi. Di Sumatera Barat IP adalah orang yang amat peduli dengan pendidikan. Adzkia adalah lembaga pendidikan yang ia dirikan. Sekolah berbasis Islam terpadu ini dari jenjang TK sampai perguruan tinggi. Salah seorang anggota dewan pusat dengan gelar profesor ini dipercaya kembali oleh PKS untuk maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1.

Muhammad Ichlas El Qudsi (Michel) adalah nama yang tak asing bagi masyarakat Sumatera Barat. Dalam analogi pertanian Michel adalah petani sawit bukan kangkung darat. Jauh sebelum Pemilu ini Michel sudah menanam investasi politik dalam kurun waktu yang lama. Kepeduliannya terhadap kegiatan masyarakat seperti sosial, pertanian, pembinaan akhlak generasi, pendidikan dan usaha kecil menengah membuat namanya akrab bagi masyarakat. Setiap moment hari besar agama dan nasional ia memasang ucapan selamat dengan baliho dan spanduk dimana-mana. Memberikan penghargaan kepada guru, beasiswa, korban bencana dan pelatihan wirausaha adalah bagian aktivitasnya untuk masyarakat. Michel adalah anak muda Sumbar yang menjadi tokoh penting Partai Amanat Nasional (PAN) di pusat. Penulis pernah menyampaikan ke Michel baiknya beliau maju sebagai gubernur tahun depan. Beliau menjawab, "jalani yang sekarang aja dulu Musfi, "ujarnya. Sekarang Michel maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari PAN.

Selain nama diatas juga ada Wendra Yunaldi (WY) menempuh jalur politik untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mantan ketua Senat Universitas Bengkulu ini, sebelumnya pernah menjadi staf ahli DPD RI. Kemudian beliau mengundurkan diri dan pulang kampung mencalonkan diri menjadi ketua KNPI Payakumbuh. Sekarang WY adalah ketua KNPI Payakumbuh dan calon anggota DPD RI utusan Sumatera Barat.

Beberapa anak muda Minangkabau yang terjun ke politik praktis di Pemilu ini juga merupakan anak tokoh tua. Sebut Rosdinal Salim caleg Partai Golkar, anak mendiang Emil Salim . Ikbal caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) anak Bachtiar Chamsah. Halida Hatta caleg Parta Gerindra anak mendiang Proklamator Bung Hatta. Halida memang tidak maju mewakili dari Sumbar. Adrian Maulana adalah cucu Djamil Djambek ulama terkenal Minangkabau.

Selain nama-nama diatas tentu masih banyak lagi anak muda Minangkabau yang tak bisa disebut satu-persatu yang bertarung pada Pemilu ini. Saya yakin mereka adalah anak nagari terbaik yang dimiliki di Minangkabau. Kemudian juga ada nama seperti Rizal Ramli, Tifatul Sembiring, Yusril Ihza Mahendra, yang disebut sebagai calon presiden pada Juli 2009 mendatang.

Minangkabau hari ini kurang apa? Kenapa selalu menanyakan kapan lahir generasi seperti Hatta Cs? Diluar bidang politik dan pemerintahan, seperti akademisi, pengamat dan pakar semua bidang, pengusaha, pimpinan BUMN, iplomat,sastrawan/budayawan, wartawan, peneliti, hampir diisi oleh anak-anak yang berdarah Minangkabau. Untuk tingkat lokal di Sumatera Barat sendiri, tokoh muda terus berkiprah di berbagai bidang.

Persoalannya adalah mampukah mereka bersatu untuk membangun kampung halaman, dikala menasional? Mampukah mereka menjembatani antara rantau dan kampung? Bagi mereka yang menjadi caleg butuh pembuktian dari setiap janji yang mereka sampaikan selama kampanye kepada masyarakat. Jangan hanya menjadi caleg impor untuk kepentingan sesaat dari Jakarta. Walaupun anda keturunan nagari adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ini. Sekiranya anda duduk menjadi anggota dewan karena dipilih orang kampung, tapi anda melupakan mereka dengan amanah itu, anda sama dengan Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya!

 

 

 
Padang Ekpress, Rabu, 7 Januari 2009 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 16 January 2009

M. Ichlas El Qudsi di Padang Ekspres, Membangun Mesti Kreatif


Sumatera Barat punya potensi melimpah. Sayang sejauh ini, potensi belum digarap maksimal. Sektor kelautan, alam yang mempesona, dan lahan yang subur belum memberikan kemakmuran bagi rakyat. Ini diperparah oleh konsep pembangunan yang tak jelas, dan koordinasi antarkabupaten/kota yang kurang berjalan.  Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Amanat Nasional, M. Ichlas El Qudsi berdiskusi dengan jajaran Redaksi Padang Ekspres, di Carano Room Padang Ekspres, kemarin.

Akibat tak adanya konsep yang jelas dan tak adanya koordinasi antardaerah kabupaten/kota, muncul sikap latah bupati/wali kota dalam membangun. Masing-masing kepala daerah saling meniru. Padahal antara kabupaten/kota beda kondisi.  “Inilah salah satu penyebab sektor pariwisata dan perekonomian di Sumbar tidak berkembang. Lihat saja, yang satu membuat waterboom, semuanya ingin membuat,” kata lulusan S2 Universitas Indonesia ini.

Begitu pula, kata M. Ichlas El Qudsi, di sektor perkebunan, dan sektor lain. Semua daerah fokus pada satu atau dua komoditi yang sama. Diskusi yang dipandu Wakil Pemimpin Umum Padang Ekspres Wiztian Yoetri itu, juga dihadiri Caleg DPRD Sumbar Yandri dan Caleg DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Pemimpin Redaksi Posmetro Padang Sukri Umar dan Wakil Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Montosori.

Kondisi yang saling meniru itu akhirnya menyebabkan terjadinya persaingan tidak sehat antara satu daerah dengan daerah lainnya. Perekonomian masyarakat menjadi rapuh dan sulit bergerak. Apalagi jika benar-benar terjadi krisis di tahun ini. Seharusnya, kata Michel—panggilan Muhammad Ichlas El Qudsi—bupati dan wali kota memiliki komoditi dan wisata unggulan tersendiri di daerahnya.

“Seharusnya ada duplikasi kreatif, tidak hanya latah meniru apa yang dibuat daerah lain,” ujar Michel yang pada Pemilu 2009 “bertarung” di Daerah Pemilihan 1 Nomor Urut 3. Agar tidak tumpang tindih, Michel menyarankan agar Pemprov melakukan koordinasi. Dengan menerapkan pola one village, one product atau satu daerah satu produk sehingga basis perekonomian masyarakat menjadi kuat. Daerah punya keunggulannya masing-masing.

Untuk jangka panjang, putra sulung Alm. H. Helmi Nisan dan Dra. Hj. Yulmidar Syafei ini mengatakan, pemerintah jangan hanya berorientasi ekspor dalam memasarkan komoditi unggulannya. Sudah harus mulai dipikirkan bagaimana agar komoditi tersebut dipasarkan dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi mengisi kebutuhan lokal.
Misalnya dengan mendirikan pabrik pengolahan komoditi seperti sawit, cengkeh, kelapa, dan kulit manis. “Sumbar punya potensi besar untuk itu.

Jika itu dilakukan maka pertani dan daerah bisa memperoleh value added (nilai tambah). Saat terjadi kelesuan pasar internasional, masih dapat diselamatkan lewat penjualan di dalam negeri,” tegas alumni SMA Negeri 2 Padang ini. Untuk jangka pendek menghadapi ancaman krisis global di tahun 2009, pemerintah daerah perlu memanfaatkan dan mengelola potensi lokal. “Meminilisir penggunaan produk-produk dari luar negeri,” tambah Michel yang menamatkan pendidikan SI di Fakultas MIPA Universitas Andalas ini.

Sedangkan untuk sektor pariwisata, pengelolaan objek, paket dan iven pariwisata dinilainya tidak berjalan maksimal dalam menarik wisatawan datang ke Sumbar. Link dengan travel agen dari dalam maupun luar negeri dalam memasarkan paket wisata pun belum begitu terlihat. Apabila itu sudah ada, maka wisatawan bisa mendapat gambaran jelas objek-objek wisata yang akan dikunjungi saat sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pintu gerbang masuknya wisatawan.


Kinerja Legislatif

Berbicara soal anggota legislatif, mantan aktivis Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu menyebutkan, ke depan perlu adanya uji publik terhadap keputusan atau peraturan yang akan dan telah dibuat DPR dan DPRD.

Peraturan seperti Perda APBD dan UU APBN harus diumumkan secara luas kepada masyarakat. “Wakil rakyat juga mesti melaporkan kinerjanya secara transparan ke publik. Punya sensitivitas, “  kata Michel yang juga pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Institute For Exelent Leadership Development (IELD) di Jakarta.

Anggota legislatif juga mesti didukung potensi yang ada di dalam dirinya, sehingga memahami tugas dan fungsinya serta tidak menjadi “mentimun bungkuk” atau tumpul saat berada di gedung dewan.  “Jika terpilih menjadi anggota DPR, Saya akan membuat posko untuk menampung aspirasi masyarakat dan secara periodik mengunjungi Sumbar,” ujar suami Hj. Difla Wiyani, SH ini. (***)
 
Padang Ekspress, Kamis, 18 September 2008 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 16 January 2009
M. Ichlas Elqudsi Bantu Kader PAN


Padang, Padek-- Semua kita tahu, bahwasanya semua makhluk yang hidup pasti akan menemui ajalnya. Tidak ada satu pun yang mampu bertahan hidup atau pun menghindar dari ketentuan Allah SWT.

Hal itulah yang diungkapkan Muhammad Ichas El Qudsi yang akrab disapa Michel, salah seorang caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari PAN ketika menyerahkan santunan kematian kepada Syafrudin, warga Villaku Indah IV RT 03 RW 06 selaku ahli waris dari Aminah yang merupakan salah seorang kader PAN yang meninggal, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Micel, almarhumah yang memiliki KTA PAN Bersantunan berhak mendapat uang duka sebesar Rp1 juta yang bisa dimanfaatkan ahli warisnya untuk sesuatu yang bermanfaat.

“Khusus untuk wilayah Sumbar 1, pemberian santunan ini sudah yang ke-29 kalinya. Dimana 28 orang meninggal dunia dan satu orang cacat tetap, dengan masing-masing nominal Rp1 juta per orang,” ujar Michel yang didampingi Ketua RT 03 RW 06, Sutan Nirwansyah yang juga salah seorang kader PAN kepada Padang Ekspres, kemarin.

Pembuatan KTA itu, lanjut Michel gratis, tidak dipungut biaya sama sekali. Syaratnya cuma fotokopi KTP saja dan mengisi formulir yang telah disediakan. Santunan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian partai kepada kader-kadernya yang memiliki KTA Bersantunan. “Bagi yang ingin membuat, tinggal menyerahkan KTP kepada pengurus PAN di daerah,” terangnya.

Sementara, Syafrudin mengaku berterima kasih dengan pemberian santunan tersebut. Menurutnya, santunan itu akan digunakan untuk keperluan lainnya. (mg15)





 
Pos Metro, Kamis, 8 Januari 2009 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 16 January 2009
     

 

 

TIGA CALEG PAN PAPARKAN PROGRAM


PADANG, METRO -- Tiga Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) di tiga tingkatan, Selasa (6/1) bertandang ke Carano Room. Selain menggelar silaturrahmi, di hadapan jajaan redaksi Riau Pos Group (RPG) Divre Padang , mereka juga memaparkan program dan visinya memajukan daerah. Ketiganya adalah Caleg DPR RI M. Ichlas El Qudsi, Caleg DPRD Sumbar Dapil I Yandri SPd MPd dan Ivoni Munir, Caleg DPRD Kabupaten Solok Dapil Solok III nomor urut 9.

 

Dalam pertemuan yang dipimpin Pimpinan Perusahan Padang Ekspres Wiztian Yoetri, M. Ichlas menyebutkan, sejumlah kelatahan sedang melanda Sumbar hari ini. Banyak terjadi tumpang tindih kebijakan, yang pada akhirnya tidak memunculkan potensi yang ada namun, saling “membunuh” antar daerah.

Dalam bidang pariwisata, jelas alumni SMA 2 Padang ini, sejumlah daerah rame-rame membuat waterboom. Setelah Sawahlunto sukses dengan waterboomnya, Padangpanjang juga membuat hal yang sama dengan nama minang fantasi. Hal yang sama juga akan ditempuh Kota Padang , Pariaman dan bukan tidak mungkin sejumlah daerah lainnya di Sumbar.

“Akibatnya tidak ada produk unggulan. Kenapa tidak dipikirkan hal lain, mengapa harus dilakukan duplikasi. Biarkan Sawahlunto dengan waterboom, dan yang lain bisa mengambil peran pendukung. Seperti menyediakan peralatan waterboom misalnya,” kata Michel. Dia menilai, duplikasi pariwisata sebagai bentuk kelatahan menggarap potensi. Padahal, setiap daerah memiliki potensi berbeda.

Caleg dari Dapil I Sumbar ini melihat, selain pariwisata, Sumbar juga memiliki potensi di perkebunan dan pendidikan. Dengan kesuburan tanah yang tidak diragukan lagi, harusnya Agrobisnis dan Agroindutri bisa menjadi sumber pendapatan utama. Namun nyatanya, sektor ini masih dianaktirikan.

Persoalan sebenarnya, kata Michel, ada pada ketidakmampuan pemerintah menciptakan added value (nilai tambah) dari produk-produk pertanian. Selama ini Sumbar masih terfokus pada ekspor produk perkebunan dalam bentuk barang mentah. Belum ada upaya memodifikasinya untuk menaikan nilai.

“Kita tahu, Sumbar ini sangat kaya dengan minyak atsiri. Namun kita mengekspor cengkeh dalam bentuk mentahnya. Kenapa tidak dibuat industri pengolahan menjadi minyak atsiri,” jelas alumni Biologi Unand ini. Selain tidak mampu menciptkan nilai tambah, produk pertanian Sumbar masih diarahkan pada ekspor.

Akibatnya saat terjadi krisis keuangan seperti hari ini, sektor perkebunan dan pertanian Sumbar nyaris kolaps, akibat turunya permintaan.  “Satu hal lagi terjadi penyeragaman tanaman perkebunan. Satu daerah tanam sawit, daerah lainnya juga menaman yang sama. Akibatnya tidak terjadi one village, one product. Itu yang saya sebut sebagai duplikasi dan kelatahan,” ungkapnya.

Di bidang pedidikan, kata Michel, juga tidak jauh berbeda. Meski berstatus sebagai perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa, Unand belum bisa bicara banyak di tingkat nasional. Padahal, Minangkabau adalah gudangnnya para cendikiawan. “Tekad memperbaiki tiga sektor itulah yang mendorong saya untuk memberanikan diri maju sebagai Caleg,” tegasnya. (nto)

 
Kompas, Rabu, 24 Desember 2008 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 15 January 2009

SUARA RAKYAT DIHORMATI

YES! CALEG TERPILIH OLEH SUARA TERBANYAK

 

JAKARTA, SELASA — Suara rakyat dalam pemilu kini dihormati, menyusul Keputusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan Pasal 214 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008. Dengan demikian, calon anggota legislatif terpilih pada Pemilu 2009 tidak bisa berdasarkan nomor urut, tetapi harus meraih suara terbanyak.


Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir di Jakarta, Selasa (23/12), menilai putusan Mahkamah Konstitusi itu memberikan pengakuan kepada partai politik untuk menempatkan kadernya yang mempunyai dukungan suara terbanyak duduk di parlemen.

”Keputusan MK adalah kemenangan bagi demokrasi. Suara rakyat yang menghendaki wakilnya yang meraih suara terbanyak duduk di parlemen dapat diwujudkan,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto mengatakan pula, putusan itu mencerminkan MK menghormati hak rakyat.

Ahli hukum tata negara dari Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra, menambahkan, putusan MK itu menjadi kontribusi penting bagi pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Fakta politik menunjukkan, orang baru sulit masuk ke lembaga legislatif karena nomor urut dikuasai orang yang itu-itu saja.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P Tjahjo Kumolo mempertanyakan putusan itu. ”Apakah MK punya wewenang menentukan sistem pemilu?” ucapnya.

Ia juga menilai, putusan MK itu menjungkirbalikkan mekanisme sistem proporsional dalam pemilu yang ditetapkan UU sebab bukan distrik murni. Seharusnya tetap ada kebebasan pada partai untuk menentukan sistem yang dipakai dan dihormati sebab ada kedaulatan rakyat serta kedaulatan partai menentukan caleg.

Tak boleh standar ganda

MK dalam sidang yang dipimpin Mahfud MD, Ketua MK, Selasa di Jakarta, memutuskan, caleg terpilih dalam Pemilu 2009 tidak boleh lagi menggunakan standar ganda, memakai nomor urut dan perolehan suara masing-masing caleg seperti yang diakomodasi Pasal 214 Huruf a, b, c, d, dan e UU No 10/2008. MK dalam memutuskan penetapan caleg terpilih harus didasarkan pada suara terbanyak.

Putusan MK itu menanggapi permohonan uji materi yang diajukan Mohammad Sholeh, Sutjipto, Septi Notariana, dan Jose Dima S. Sholeh adalah caleg dari PDI-P untuk DPRD Jawa Timur. Sutjipto dan Septi adalah caleg dari Partai Demokrat untuk DPR. Jose adalah warga negara biasa. MK hanya mengabulkan permohonan mereka yang terkait penentuan caleg terpilih.

MK menyatakan, Pasal 214 bertentangan dengan makna substantif kedaulatan rakyat. Pasal 214 Huruf a-e menyatakan, ”Calon terpilih adalah calon yang mendapatkan suara di atas 30 persen bilangan pembagi pemilih, atau menempati nomor urut kecil jika tidak memperoleh 30 persen BPP, atau menempati nomor urut kecil jika memperoleh BPP.”

Menurut MK, ketentuan Pasal 214 inkonstitusional karena bertentangan dengan makna substantif kedaulatan rakyat dan bertentangan dengan Pasal 28 D Ayat 1 UUD 1945. Penetapan caleg terpilih berdasarkan nomor urut adalah pelanggaran kedaulatan rakyat jika kehendak rakyat tidak diindahkan dalam penetapan caleg.

MK menilai kedaulatan rakyat dan keadilan akan terganggu. Jika ada dua caleg yang mendapatkan suara yang jauh berbeda ekstrem, terpaksa caleg yang mendapatkan suara terbanyak dikalahkan caleg yang mendapatkan suara kecil, tetapi nomor urut lebih kecil.

MK juga menyatakan, memberi hak kepada caleg terpilih sesuai nomor urut sama artinya dengan memasung suara rakyat untuk memilih caleg sesuai pilihannya dan mengabaikan tingkat legitimasi caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak.

Anggota Komisi Pemilihan Umum, Andi Nurpati, menjelaskan, KPU akan mengikuti putusan MK dalam menetapkan caleg terpilih itu. KPU akan mengeluarkan peraturan KPU terkait dengan persoalan itu.

Mantan Ketua Panitia Khusus RUU Pemilu Ferry Mursyidan Baldan menyatakan, sebagai tindak lanjut putusan MK, harus ada pertemuan konsultasi antara pemerintah, DPR, dan KPU. (MAM/SUT/ANA/DIK)
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 10 - 18 dari 21


 

Salam MLCKegiatanReportaseSeputar KepemimpinanKata MutiaraDialogProfile

Copyright © 2008 Michel El Qudsi Leadership Centre (MLC). All Rights Reserved.
Design by Situsmurah.com.
Untuk tampilan terbaik gunakan Firefox 3