|
Apa yang kita pikirkan dengan apa yang kita lakukan seringkali tidak singkron. Inilah peristiwa. Terkadang apa yang kita lakukan tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan dan kita rencanakan. Butuh keyakinan dan lebih dari sekedar kepercayaan diri saja. Tapi penting untuk terus berusaha dan tidak menyerah. |
Peristiwa yang terjadi pada kita setiap hari selalu bermakna. Dan hanya bagi mereka yang berpikir dapat menyerap nilai dan hikmah yang terkandung didalamnya. Semoga kita semakin dewasa didalam menilai setiap kejadian yang hadir dalam kehidupan kita. |
|
Belajarlah pada sungai yang memberi kehidupan untuk orang banyak. Mereka mengalir tanpa henti dan member minum bagi mereka yang dahaga. Kita akan selalu dibutuhkan selama kita dinilai bermanfaat bagi orang banyak. |
|
Perubahan tak pernah datang dengan sendirinya tanpa ada intervensi dari agen-agen yang menginginkan perubahan. Kita hidup dalam dunia selalu berubah. Tinggal bagaimana kita mampu mensikapi perubahan tersebut dengan bijak dan arif. Tersenyumlah hadapi dunia. |
|
Kebijaksanaan tidak timbul dengan sendiri, namun hadir dari sebuah harapan. Dimulai dari kegelisahan dan berakhir dengan kebermaknaan. Kehidupan kita akan selalu dipenuhi dengan permasalahan jika tidak kita barengi dengan kebijaksanaan. |
|
Menjadi diri sendiri merupakan hal yang baik dan menjadi penting dalam kehidupan kita. Tetapi merasakan apa yang orang lain rasakan merupakan wujud empati yang tiada bandingannya. Jadikan diri kita menjadi orang lain untuk menjadi pembelajaran apa yang telah kita lakukan dalam hidup kita. |
|
Mencari kebermaknaan diri kita seringkali terhambat karena persoalan ego yang memuncak. Penting untuk selalu berintospreksi diri setiap saat untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan diri kita masing-masing. Agar kualitas diri kita selalu terbangun dan bermanfaat untuk orang lain. |
|
Manusia diberi dua kesadaran, kesadaran bahwa dia adalah manusia yang penuh khilaf dan kesadaran untuk memperbaiki kekhilafan. Sebaik-baik kesadaran adalah ketika dia khilaf, maka segera meminta maaf atas segala kekhilafan. |
|
Bicaralah dengan bijak atau lebih baik, diam. Seseorang selalu diukur dari apa yang dia bicarakan, bukan siapa yang bicara. Ketika kita tak mampu berbicara dengan bijak, maka diam merupakan sikap yang terbaik. |
|
Sukses memang bisa darimana saja. Tapi kesuksesan akan lebih berharga jika kita mampu memulainya dari bukan apa-apa. Mulailah sesuatu dari yang sederhana dan lakukan sekarang juga. |
|
|
Belajarlah pada hujan yang menyirami bumi demi kehidupan. Keindahannya pun terpancar pada pelangi yang tercipta. Hujan menunjukkan pada manusia untuk selalu bermanfaat bagi orang lain. Kita dikenang bukan dari siapa kita, tapi dari apa yang kita lakukan. |
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 25 - 36 dari 137 |