|
KEBANGKITAN POLITIK ANAK MUDA MINANGKABAU Tak pantas meragukan kiprah orang Minangkabau di pentas nasional. Jangan terlalu bernostalgia dengan nama besar Hatta, Hamka, Syahrir, Tan Malaka, Natsir, Rasuna Said, Chairul Saleh dan lain-lain. Semua tahu bahwa nama-nama besar itu adalah aktor-aktor utama berdirinya negara Indonesia ini.
Kini adalah era kebangkitan anak muda Minangkabau. Mereka menempuh jalur politik sebagai penoreh sejarah pengganti nama besar sebelumnya. Sebuah kesadaran bahwa betapa beratnya menyebut diri sebagai orang Minangkabau, kalau tidak memberi arti terhadap perjuangan bangsa dan negara.
Beberapa waktu yang lalu H. Sutan Zaili Asril (Wartawan Senior) menulis tentang kiprah Irman Gusman. Irman Gusman disebut sebagai tokoh sentral di Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Irman adalah orang yang telah banyak berbuat untuk rakyat Sumatera Barat. Diantara 4 orang anggota DPD dari Sumbar periode 2004-2009, Irman dinilai memiliki kontribusi yang besar memajukan daerah. Tanpa mengecilkan arti yang lain. Irman Gusman juga orang yang diberi kepercayaan besar ditingkatkan nasional dan bahkan internasional. Kesuksesannya mendatangkan investor ke tanah air adalah bukti nyata untuk bangsa.
Selain Irman Gusman beberapa orang Menetri Kabinet SBY adalah putra Minangkabau. Mereka adalah generasi yang beranjak tua. MS Kaban Menteri Kehutanan, juga menjabat ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB). Bachtiar Chamsah Menteri Sosial, fungsionaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Fahmi Indris Menteri Perindustrian, fungsionaris Partai Golkar. Meutia Hatta Menteri Peranan Perempuan, menjabat sebuah ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Hatta, Syahrir, Hamka,Chairul Saleh dan Natsir baru sepertinya telah lahir kembali. Pemilu 2009 ini sebagai bukti. Sebut Fadli Zon, Indra Jaya Piliang, Jefrie Geovanie, Adrian Maulana Jambek, Irwan Prayitno, Muhammad Ichlas El Qudsi (Michel), Halida Hatta, Wendra Yunaldi, Rosdinal Hasan, Ikbal Bachtiar, Ekos Akbar adalah nama-nama besar yang menjadi icon partai politik besar saat sekarang. Mereka terlahir dari rahim bundo kanduang.
Kiprah mereka secara nasional selama ini tak diragukan lagi. Fadli zon adalah sahabat dekat Prabowo Subianto. Fadli Zon (FZ) salah seorang pendiri Partai Gerindra. Selain sebagai akademisi juga banyak menulis buku. Sejak mahasiswa sudah aktif mengembangkan diri dengan di berbagai organisasi. Pelajar Islam Indonesia (PII), senat UI dan sampai hari ini juga aktif di media. Tak ada yang tahu kalau sebelumnya FZ adalah putra Minangkabau. Sekarang ia buktikan kepeduliannya terhadap Sumatera Barat dengan maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Gerindra.
Indra Jaya Piliang (IJP), sebelumnya dikenal sebagai pengamat politik CSIS. IJP adalah sosok anak muda Minangkabau yang amat kritis. Tentu tidak mudah menjadi bagian dari lembaga CSIS. IJP dikagumi sebaga intelektual yang banyak menulis. Setiap berbicara selalu menjadikan sejarah sebagai referensi. Kisahnya menjadi orang muda terkenal cukup unik. Pernah berjualan sate Piaman di ibukota. Merasakan kerasnya hidup di Jakarta ia lalui. Walaupun begitu ia suka melahap banyak pemikiran tokoh-tokoh dunia melalui kegemarannya membaca. IJP menjadi bagian penting dalam perumusan naskah akademik berbagai regulasi baru negara. Mengubah bangsa tak cukup berada diluar sistem, katanya disuatu kesempatan. "Makanya saya memilih menjadi caleg Partai Golkar dalam rangka mendisiplinkan demokrasi, "Ungkap IJP lagi.
Jefrie Geovanie (JG) adalah anak muda yang awalnya sukses dalam bisnis besar. Setelah matang dalam dunia bisnis (save financial) menerjunkan diri dalam dunia intektual dan politik. Aktivitas intelektual sebenarnya sudah dimulai sejak menjadi mahasiswa. Sekarang ia adalah Direktur Eksekutif Indonesian Institute, sebuah LSM intelektual. Aktivitas politik JG dimulai ketika dipercaya Amien Rais menjadi ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Propinsi Bali. Tahun 2005 JG "dipaksa" IJP pulang kampung ke Sumatera Barat untuk maju menjadi calon gubernur. IJP dan kawan-kawan mampu meyakinkan JG. Hingga ia maju menjadi calon gubernur termuda di Sumatera Barat waktu itu. Walaupun tak mendapat dukungan dari partainya PAN, tapi JG menempati urutan ketiga. Setelah itu JG berpindah ke Partai Golkar. Anak muda cerdas ini dipercaya sebagai Wakil Direktur Eksekutif Badan Pemenanganan Pemilu Partai Golkar. Bahkan ia hampir saja maju menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Sekarang komitmen JG membangun Sumatera Barat dengan maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari Partai Golkar.
Irwan Prayitno (IP) membuktikan diri sebagai tokoh berpengaruh di DPR RI. Dua periode menjadi anggota legislatif selama itu pula beliau dipercaya menjadi ketua komisi. Pernah ditawari kursi menteri oleh SBY, tapi ditolak karena ingin fokus di legislatif. IP adalah pendiri Partai Keadilan (PK) yang kemudian berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai dakwah ini tahun 2005 memutuskan IP maju sebagai calon gubernur Sumatera Barat. Pada waktu itu IP juga menolak, tapi karena keputusan partai ia harus taat. Ini sistem yang diterapkan bagi kader PKS, tak boleh meminta amanah juga tak boleh menolak kalau sudah diputuskan. IP berada diurutan kedua setelah Gamawan Fauzi. Di Sumatera Barat IP adalah orang yang amat peduli dengan pendidikan. Adzkia adalah lembaga pendidikan yang ia dirikan. Sekolah berbasis Islam terpadu ini dari jenjang TK sampai perguruan tinggi. Salah seorang anggota dewan pusat dengan gelar profesor ini dipercaya kembali oleh PKS untuk maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1.
Muhammad Ichlas El Qudsi (Michel) adalah nama yang tak asing bagi masyarakat Sumatera Barat. Dalam analogi pertanian Michel adalah petani sawit bukan kangkung darat. Jauh sebelum Pemilu ini Michel sudah menanam investasi politik dalam kurun waktu yang lama. Kepeduliannya terhadap kegiatan masyarakat seperti sosial, pertanian, pembinaan akhlak generasi, pendidikan dan usaha kecil menengah membuat namanya akrab bagi masyarakat. Setiap moment hari besar agama dan nasional ia memasang ucapan selamat dengan baliho dan spanduk dimana-mana. Memberikan penghargaan kepada guru, beasiswa, korban bencana dan pelatihan wirausaha adalah bagian aktivitasnya untuk masyarakat. Michel adalah anak muda Sumbar yang menjadi tokoh penting Partai Amanat Nasional (PAN) di pusat. Penulis pernah menyampaikan ke Michel baiknya beliau maju sebagai gubernur tahun depan. Beliau menjawab, "jalani yang sekarang aja dulu Musfi, "ujarnya. Sekarang Michel maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumbar 1 dari PAN.
Selain nama diatas juga ada Wendra Yunaldi (WY) menempuh jalur politik untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mantan ketua Senat Universitas Bengkulu ini, sebelumnya pernah menjadi staf ahli DPD RI. Kemudian beliau mengundurkan diri dan pulang kampung mencalonkan diri menjadi ketua KNPI Payakumbuh. Sekarang WY adalah ketua KNPI Payakumbuh dan calon anggota DPD RI utusan Sumatera Barat.
Beberapa anak muda Minangkabau yang terjun ke politik praktis di Pemilu ini juga merupakan anak tokoh tua. Sebut Rosdinal Salim caleg Partai Golkar, anak mendiang Emil Salim . Ikbal caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) anak Bachtiar Chamsah. Halida Hatta caleg Parta Gerindra anak mendiang Proklamator Bung Hatta. Halida memang tidak maju mewakili dari Sumbar. Adrian Maulana adalah cucu Djamil Djambek ulama terkenal Minangkabau.
Selain nama-nama diatas tentu masih banyak lagi anak muda Minangkabau yang tak bisa disebut satu-persatu yang bertarung pada Pemilu ini. Saya yakin mereka adalah anak nagari terbaik yang dimiliki di Minangkabau. Kemudian juga ada nama seperti Rizal Ramli, Tifatul Sembiring, Yusril Ihza Mahendra, yang disebut sebagai calon presiden pada Juli 2009 mendatang.
Minangkabau hari ini kurang apa? Kenapa selalu menanyakan kapan lahir generasi seperti Hatta Cs? Diluar bidang politik dan pemerintahan, seperti akademisi, pengamat dan pakar semua bidang, pengusaha, pimpinan BUMN, iplomat,sastrawan/budayawan, wartawan, peneliti, hampir diisi oleh anak-anak yang berdarah Minangkabau. Untuk tingkat lokal di Sumatera Barat sendiri, tokoh muda terus berkiprah di berbagai bidang.
Persoalannya adalah mampukah mereka bersatu untuk membangun kampung halaman, dikala menasional? Mampukah mereka menjembatani antara rantau dan kampung? Bagi mereka yang menjadi caleg butuh pembuktian dari setiap janji yang mereka sampaikan selama kampanye kepada masyarakat. Jangan hanya menjadi caleg impor untuk kepentingan sesaat dari Jakarta. Walaupun anda keturunan nagari adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ini. Sekiranya anda duduk menjadi anggota dewan karena dipilih orang kampung, tapi anda melupakan mereka dengan amanah itu, anda sama dengan Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya!
|