|
Padang-Today, 17 Oktober 2009 |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Musfi Yendra
|
|
Monday, 07 December 2009 |
|
Michel : Audisi Menteri Kental Akomodasi Politik Hari ini sampai Senin mendatang, fokus perhatian politik dalam negeri tertuju pada aktivitas audisi calon menteri 2009-2014 yang dilakukan di Cikeas, Bogor. Rumah pribadi SBY itu menjadi saksi penyeleksian putra-putri terbaik bangsa yang akan mendampingi beliau pada kabinet mendatang. SBY dan Boediono sebagai presiden dan wakil presiden terpilih akan dilantik pada tanggal 20 Oktober mendatang. Sehari setelah dilantik dua orang ini juga akan melantik menteri kabinetnya. Tentu saja jabatan menteri menjadi rebutan banyak partai politik. Menteri adalah jabatan basah. Harga diri partai politik kadang juga terletak pada berapa menteri yang masuk dalam kabinet. Tak hanya partai peserta koalisi yang telah berjuang memenangkan SBY-Boediono. Partai yang awalnya ingin menjadi oposisi, kini mengubah haluan politiknya untuk bergabung dengan partai pemenang. Sebut saja Golkar dan PDIP.
Golkar, pasca kemenangan Aburizal Bakrie dalam Munaslub Riau, 4 Oktober lalu nyata-nyata mendukung pemerintahan SBY. Buktinya, salah satu kader Golkar menjadi wakil ketua DPR, Marzukie Ali. Marzukie Ali adalah ketua tim SBY pada Pilres lalu. Kader terbaik Partai Demokrat.
PDIP pun begitu. Awalnya berteriak menjadi oposisi pasca kekalahan Megawati-Prabowo. Kini, PDIP juga telah mengambil jatah ketua MPR RI. Taufik Kiemas, suami Megawati, lawan politik SBY didukung oleh wakil rakyat dari Partai Demokrat. Kini Taufik selalu membangga-banggakan kehebatan SBY, kepada media. Kabarnya partai Moncong Putih itu telah ditawari dua kursi menteri. Untuk siapa? Disebut Puan Maharani, anak pasangan Megawati-Taufik Kiemas dan Pramono Anum, sekjen PDIP diberi jatah. Semua masih teka-teka.
Begitulah politik. Semua tanpa diprediksi. Dari kawan menjadi lawan. Kadang lawan menjadi kawan. Kini 90 persen parlemen telah dikuasai SBY sang pemenang.
Bagaimana sesungguhnya proses ini berjalan, apa harapan wakil rakyat yang telah dilantik beberapa hari lalu terhadap kabinet mendatang. Penghuni Senayan itu menginginkan menteri itu benar-benar orang terbaik.
Salah seorang anggota DPR asal Sumbar, Mohammad Ichlas El Qudsi mengatakan, semoga audisi itu memang ditujukan sebagai penentuan akhir kandidat menteri.
"Kita berharap ini memang ditujukan sebagai langkah akhir dari penentuan posisi para kandidat yang sering disebut-sebut media. Yang mungkin lebih satu orang pada tiap-tiap portofolio, bukan sekedar menimbulkan kesan bahwa ada seleksi dari presiden, "ungkap Michel, beberapa saat lalu kepada www.padang-today.com via telpon genggam.
Dikatakan anggota Komisi XI DPR ini, lebih dari itu kita mengharapkan agar para kandidat menteri ini dapat memenuhi kriteria dan harapan masyarakat.
"Pembantu presiden itu harus profesional, meskipun tentunya tidak bisa menghindari adanya akomodasi politik. Akomodasi politik jelas kental "ungkap anggota Fraksi PAN DPR RI ini. (*)
|