Kata-kata Mutiara

Jadilah seikat sapu lidi, kokoh karena kebersamaan dan tentunya bermanfaat bagi lingkungan. Dengan kebersamaan pun sapu lidi kuat tak mudah dipatahkan.

 

Tahun tak akan berhenti hingga dikehendakiNya. Hanya, bagaimana kita bisa menyikapi setiap pergantian tahun dengan bijak dan menjadikan diri kita sebagai orang yang bermanfaat.

 

Nasib tak seperti takdir, bisa diubah dan dinamis. Hanya yang berputus selalu merasa kalah dengan nasib. Jangan menyerah terhadap nasib karena untuk itulah kita dianggap manusia sempurna.

 

Jika menginginkan sebuah perubahan, maka lakukanlah sekarang juga. Jika hanya menunggu waktu percayalah, waktu yang tepat hanyalah keberuntungan. Hal-hal besar tidak akan terjadi tanpa ada tindakan untuk merubah.

 

Jika menginginkan sebuah perubahan, maka lakukanlah sekarang juga. Jika hanya menunggu waktu percayalah, waktu yang tepat hanyalah keberuntungan. Hal-hal besar tidak akan terjadi tanpa ada tindakan untuk merubah

 
Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karena itu jaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.
 

Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karena itu jaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.

 

 

Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karen ajaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.

 
Kehidupan ini ibarat menghamparkan kertas putih tanpa tinta. Lalu kitalah yang menuliskan tinta kehidupan didalamnya. Dinamika kehidupan selalu berproses. Karenanya, tulislah kertas tersebut dengan tinta kehidupan yang membawa manfaat untuk orang banyak.
 

Sesulit apapun situasi yang kita hadapi, dengan keyakinan hati dan keteguhan pikiran kita pasti bisa melewatinya. Selalulah berusaha untuk mengambil manfaat dari setiap kesulitan tersebut, untuk kita dan untuk masa depan kita.

 
Lihat selengkapnya..

Links
PAN
Profil Michel
Facebook Michel
Google
Yahoo
Sindikasi
Yang Sedang Online


Renungan Akhir Tahun 1430 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Mohammad Ichlas El Qudsi, M.Si   
Saturday, 19 December 2009

Selamat Tahun Baru Hijriah 1431 H

 

Menyalami 1 Muharram 1431 H dan Revlusi Kesadaran

 Kriminalisasi KPK, Perselingkuhan Markus dengan lembaga peradilan di Indonesia, serta Skandal Bank Century adalah kecelakaan moral di tahun 1430 H. Sebenarnya banyak kejadian aneh dan membingungkan di negeri ini harus segerah kita lupakan, karena telah terbit fajar baru 1 Muharram 1431 H serta berderingnya lonceng kehidupan pagi yang menandakan adanya perubahan dimensi waktu. Perubahan ini, menuntut berbagai hal yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan ummat manusia, menuju nilai-nilai kehidupan baru yang lebih baik dan berkeadilan.

Perubahan dan fase baru kehidupan ini, telah menyeret kita pada suatu masa depan yang penuh dengan harapan dan cita. Waktu dan perubahannya bukanlah sebuah rotasi materi belaka, namun di dalamnya menyiratkan adanya kesertaan hakekat perubahan yang bertumpu pada realitas tertinggi (sang pemilik waktu). Artinya, sebagai subyek yang juga berdialektika secara integral dengan perubahan waktu, dan sebagai makhluk makro kosmos, kita harus bisa memastikan bahwa, perubahan waktu memiliki titik tanda pada transformasi diri, keluarga, masayarakat, agama serta negara dan bangsa. Sebab gerak alamiah waktu sesungguhnya merupakan sebuah pergantian kepribadian manusia yang berotasi mengitari nurani dan cahaya hati. Bukan sebuah gerak materi kosmos semata. Karena nurani manusia secara hakekat merupakan inti atau pusat orbit kehidupan itu sendiri.

Olehnya itu, gerak waktu dari yang kemarin ke ke saat ini, harus memiliki konsekuensi logis pada hal-hal yang baru dalam diri setiap orang beserta sistim sosialnya, karena manusia dalam perspektif ini, menjadi subyek penting dalam dialektika pergantian waktu. Di tahun yang kemarin (1430 H), kita banyak memetik hikma akibat dari keburukan moral, tidak usah kita rincikan satu persatu, karena terlalu banyak untuk diurutkan per angka atau dari nilai terkecil hingga pada batas nilai yang besar sekalipun. Keburukan kemarin terlalu banyak dan beragam motif untuk diinventarisir.

Dalam konteks negara bangsa, dihari kemarin kita banyak didera oleh kebangkrtan moral di seluruh lini sistim sosial, mulai dari pemberangusan rasa keadilan rakyat kecil oleh lembaga hukum negara, hingga perampokan uang rakyat oleh pemerintahnya sendiri.

Sebagai “subyek waktu” kita telah melacuri dan menodai hari-hari kemarin dengan keburukan dan kesia-siaan. Itu bertanda bahwa kita adalah subyek waktu yang gagal mencitrakan diri sebagai pusat orbit yang bisa menerangi kehidupan, baik sesama manusia dan pertanggungjawaban kepada Tuhan yang berada di balik semua hakekat penciptaan tersebut.  

Di hari yang baru ini, kita dituntut untuk bisa melakukan revolusi kesadaran, dari “diri yang lama kepada diri yang baru” karena perubahan waktu dan tranformasi diri, sama-sama mencitrakan adanya sebuah mekanisme atau dinamika gerak, berpindah dari nilai-nilai yang lama kepada nilai-nilai yang baru. Kita berharap dengan beranjaknya fase waktu, dari 1430 H ke 1431 H, dapat memberikan iklim baru kehidupan yang lebih baik, terutama dalam konteks negara-bangsa. Kita berharap dengan kesadaran yang utuh dan substansial pada pergantian waktuu ini, dapat memberikan suatu hikmah yang jauh lebih baik bagi kehidupan kita dimasa-masa yang akan datang.

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >


 

Salam MLCKegiatanReportaseSeputar KepemimpinanKata MutiaraDialogProfile

Copyright © 2008 Michel El Qudsi Leadership Centre (MLC). All Rights Reserved.
Design by Situsmurah.com.
Untuk tampilan terbaik gunakan Firefox 3