|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 01 February 2010 |
Dikembangkan dari Kata-kata Bijak Moh Ichlas El Qudsi dalam Catatan Satus Media Jaringan Sosial Facebook.
Kebenaran bak udara, ia ada dimana-dimana dan akan menyebar kemana-kemana...Kebenaran itu ibarat udara yang akan selalu dapat menghampiri kita di dunia ini...di tempat terpencil sekalipun...bahkan seandainya pun kita tidak menghendakinya. Bahkan dalam Islam kebenaran menjadi poros dari segala keyakinan manusia. Setiap manusia yang beragama adalah suatu proses pencarian kebenaran. Kebenaran selalu hadir dalam fitrah dan kesadaran tunggal manusia.
Manusia yang hidupnya jauh dari poros kebenaran adalah manusia yang terhempas dari fitrah kehidupannya. karena setiap manusia yang dilahirkan, fitrahnya adalah kembali pada kebenaran. Hidup diibaratkan juga sebagai siklus atau perputaran menjelajahi inti kebenaran. Setiap manusia yang keluar dari pusat orbitnya (kebenaran) maka tak jarang sering menuai berbagai macam malapetaka.
Apa yang kita rasakan saat ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah akibat keluarnya manusia baik pemimpin dan masyarakat dari khittoh kebenaran yang sesunggunya. Karena kebenaran itu selalu terderivasi dari nilai-nilai berupa kejujuran, keadilan, cinta kasih, amanah dan kepercayaan dan menolak segala macam ketamakan, kerakusan, leserakahan dan sifat-sifat tidakbenar lainnya.
Terseretnya bangsa dalam jurang kemalapetakaan adalah konsekuensi dari kelalaian manusia untuk memusatkan konsentrasi hidupnya pada prinsip-prinsip kebenaran. Korupsi, Kolusi dan nepotisme yang kini telah mengingkubasi dalam sendi-sendi kehidupan adalah akibat dari pembenaran atas sesuatu yang selayaknya bukan merupakan bagian dari hakekat kebenaran.
Kebenaran ibarat udara?
Memang benar adanya, karena tanpa udara kita tidak akan mampu melangsungkan hidup sebab udara adalah kebutuhan dasar dan kemestian, jika demikian, maka apakah kebenaran jua merupakan sebuah kebutuhan hidup? Wallahu'alam bissawab.
|