Kata-kata Mutiara

Jadilah seikat sapu lidi, kokoh karena kebersamaan dan tentunya bermanfaat bagi lingkungan. Dengan kebersamaan pun sapu lidi kuat tak mudah dipatahkan.

 

Tahun tak akan berhenti hingga dikehendakiNya. Hanya, bagaimana kita bisa menyikapi setiap pergantian tahun dengan bijak dan menjadikan diri kita sebagai orang yang bermanfaat.

 

Nasib tak seperti takdir, bisa diubah dan dinamis. Hanya yang berputus selalu merasa kalah dengan nasib. Jangan menyerah terhadap nasib karena untuk itulah kita dianggap manusia sempurna.

 

Jika menginginkan sebuah perubahan, maka lakukanlah sekarang juga. Jika hanya menunggu waktu percayalah, waktu yang tepat hanyalah keberuntungan. Hal-hal besar tidak akan terjadi tanpa ada tindakan untuk merubah.

 

Jika menginginkan sebuah perubahan, maka lakukanlah sekarang juga. Jika hanya menunggu waktu percayalah, waktu yang tepat hanyalah keberuntungan. Hal-hal besar tidak akan terjadi tanpa ada tindakan untuk merubah

 
Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karena itu jaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.
 

Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karena itu jaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.

 

 

Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karen ajaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.

 
Kehidupan ini ibarat menghamparkan kertas putih tanpa tinta. Lalu kitalah yang menuliskan tinta kehidupan didalamnya. Dinamika kehidupan selalu berproses. Karenanya, tulislah kertas tersebut dengan tinta kehidupan yang membawa manfaat untuk orang banyak.
 

Sesulit apapun situasi yang kita hadapi, dengan keyakinan hati dan keteguhan pikiran kita pasti bisa melewatinya. Selalulah berusaha untuk mengambil manfaat dari setiap kesulitan tersebut, untuk kita dan untuk masa depan kita.

 
Lihat selengkapnya..

Links
PAN
Profil Michel
Facebook Michel
Google
Yahoo
Sindikasi
Yang Sedang Online


Kepemimpinan Model Nabi PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Dra. Hj. Tina Yulistina   
Sunday, 24 February 2008

 

NABI dalam kesadaran umat Islam merupakan teladan dalam segenap hal (uswah
khasanah). Dalam kata-kata Iqbal, "Cinta kepada Nabi mengalir bak darah di dalam uraturat
umatnya" atau dalam lukisan Rumi, "Inilah sahabatku, inilah dokterku, inilah
guruku, inilah obatku" (hadza habibi, hadza thabibi, hadza adibi, hadza dawa'i).

Sejarah mengajarkan bahwa model kepemimpinan Nabi betul-betul telah mampu
mengubah raut sejarah dari yang semula primitif (jahiliah) menjadi beradab dalam waktu
yang relatif singkat selama 23 tahun. Yahdi minaz zulumati ilan nur. Keberhasilan
mengagumkan yang tempo hari membuat seorang orientalis Hart dalam bukunya yang
mengangkat seratus tokoh yang telah mengubah dunia dia tidak ragu lagi menempatkan
Muhammad dalam urutan pertama.

 

Model kepemimpinan yang dikembangkan Nabi intinya tidak lain dilandaskan pada
moralitas yang kokoh. Nabi sebagai seorang pemimpin umat dan masyarakat benar-benar
mencitrakan dirinya sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia yang layak diteladani
dalam segenap hal. Malah moralitas ini pula yang menjadi tema dan daya tarik
"kampanye" dari risalah yang disosialisasikan sepanjang karir kenabiannya sehingga
mampu menyedot masyarakat untuk menjadi pengikut setianya tanpa diiming-iming
materi, menjadi jemaahnya dengan kerelaan berkorban yang luar biasa. "Aku diutus tidak
lain untuk menyempurnakan akhlak," jelas Nabi.

Moralitas atau akhlak kepemimpinan seperti apa yang dikembangkan Nabi ini? Minimal
kita dapat mencatat lima hal penting akhlak yang melekat dalam kepemimpinan Nabi.
Pertama, beliau adalah sosok yang mampu meresapkan rasa keadilan yang merata kepada
semua pihak tanpa kecuali.

Keadilan di tangan Nabi tidak pernah dikorbankan atas nama apa pun seperti terpantul
dari ajaran-Nya, "Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuat kamu tidak
berlaku adil" (Q.S. 5:8). Nabi sadar betul bahwa keadilan merupakan jendela guna
mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dalam bahasa Alquran, keadilan merupakan alat
untuk merengkuh takwa (Q.S. 5:8) dan takwa merupakan prasyarat terbukanya rezeki
dari langit (Q.S. 7:96).

Tercantum dalam sebuah riwayat, suatu hari di Madinah terjadi skandal ekonomi yang
melibatkan seorang wanita dari elite lingkaran kekuasaan (al-mar'ah al-syarifah),
kemudian para sahabat berkumpul dan hasilnya diutuslah salah seorang dari mereka
untuk menemui Nabi dan meminta keringanan hukuman bagi perempuan ini.

Apa jawaban Nabi? Dengan tegas Nabi mengatakan, "Camkan, sesungguhnya yang telah
menghancurkan bangsa Yahudi dulu adalah karena hukum telah bersikap pandang bulu.
Ingat! Seandainya Fatimah anak saya sendiri yang korupsi, maka saya sendiri yang akan
memotong tangannya!" Pemimpin yang adil kelak, kata Nabi, adalah "salah seorang dari
tujuh kelompok yang akan dilindungi di alam mahsyar."

Kedua, Nabi benar-benar memimpin dengan sentuhan rasa cinta, empati dan simpatik
yang tiada tara yang dipersembahkan kepada seluruh umatnya. Begitu cintanya Nabi
kepada rakyatnya sampai-sampai kata-kata yang keluar dari mulutnya ketika hendak
mengembuskan nafasnya pun adalah simpul dari kecintaannya, "ummati... ummati...
ummati" (bagaimana nasib umatku kelak...). Bahkan lebih dari itu kecintaan juga beliau
alokasikan untuk binatang dan alam sebagaimana tergambar dari kebijakannya yang
membuat kawasan hima (cagar alam) di Madinah dan tanah haram di seputar Mekah di
mana di tanah ini siapa pun tidak diperkenankan membunuh binatang bahkan mencabut
sehelai rumput. Sebuah gambaran akan kesadaran ekologis yang sangat mengagumkan.

Ketiga, Nabi adalah pemimpin yang selalu berkata benar (shidiq). Beliau sangat paham
bahwa kata-kata itu bukan hanya akan membawa pengaruh bagi lingkungan tapi juga
dapat membawa akibat kelak di akhirat. Beliau senantiasa berpedoman kepada prinsip,
"Apabila tidak bisa berkata benar dan jujur maka lebih baik diam".

Keempat, beliau adalah pemimpin yang selalu menjunjung tinggi amanah. Beliau tidak
pernah berjanji kecuali janji itu ditepati. Al-amin atau orang yang terpercaya jauh-jauh
hari merupakan atribut yang melekat dalam dirinya. Sikap amanah yang diakui bukan
hanya oleh sahabat-sahabatnya sendiri bahkan oleh mereka yang berbeda keyakinan
sekali pun. Karena amanahnya setiap keputusan yang diambil selalu memuaskan semua
pihak.

Kelima, Nabi adalah pemimpin yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata (fathanah).
Kata-kata yang keluar dari mulutnya dan kebajikan yang diambilnya menjadi bukti ihwal
kecerdasan Nabi. Ketika Nabi berbicara walaupun sebentar, misalnya, maka kata-katanya
itu benar-benar menyimpan makna yang mendalam. Berbeda dengan kebiasaan kita, katakatanya
panjang tapi miskin makna.

Keenam, Nabi selalu bersikap transparan (tabligh). Dia sampaikan setiap kebenaran dan
diluruskannya segala hal yang dianggap keliru. Di tangannya tidak ada kebenaran yang
disembunyikan. Lebih dari itu, dalam menyampaikan kebenarannya pun, Nabi
melakukannya dengan cara-cara yang bijaksana (al-hikmah) tutur kata yang santun (almauidzhah
al-hasanah) diiringi alasan dan logika yang kokoh (al-mujadalah).

Itulah beberapa model nilai-nilai kepemimpinan yang dikembangkan Nabi saw. sebagai
modal dasar dalam melakukan perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Nilai-nilai
seperti itulah sebenarnya yang seharusnya menjadi pertimbangan utama ketika kita
memilih pemimpin. Sebab bagaimana pun juga setiap kepemimpinan dan termasuk orang
yang mengangkatnya sebagai pemimpin semua akan dimintai pertanggungjawabannya
(kullukum ra'in wa kukullukum mas'ulun 'an raiyyatih). Sekali kita mengkhianati amanah
kepemimpinan, maka sebenarnya kita telah melakukan pengkhianatan kepada Rasul
bahkan kepada Allah (Q.S. 8: 27-28).***

Penulis, ibu rumah tangga, alumnus Fak. Syariah Institut Agama Islam Musyadadiyah
Garut

 
< Sebelumnya


 

Salam MLCKegiatanReportaseSeputar KepemimpinanKata MutiaraDialogProfile

Copyright © 2008 Michel El Qudsi Leadership Centre (MLC). All Rights Reserved.
Design by Situsmurah.com.
Untuk tampilan terbaik gunakan Firefox 3