|
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 03 July 2010 |
Mencapai Tujuan
Setiap makhluk hidup, memiliki cara yang berbeda untuk mencapai tujuan. Tumbuhan berdiam di lokasi yang relatif tetap lalu memperkuat diri. Hewan mengandalkan kemampuan penjelajahannya, sedang manusia menggunakan pengembaraan pikirnya.
(Michel El Qudsi Kamis, 29 April 2010)
Setiap makhluk hidup, memiliki naluri untuk mempertahankan hidupnya. Naluri untuk mempertahankan hidup itu, di topang dengan sejumlah potensi dan daya. Baik secara biologis maupun kebatinan (khusus manusia). Secara biologis, setiap makhluk hidup diberikan dasar-dasar potensi untuk bisa bertahan hidup. Mulai dari makan, minum, respirasi, reproduksi. Hukum-hukum kehidupan itu secara ajali, telah ditaqdirkan Tuhan sebagai hukum alam adikodrati yang meniscayakan setiap manusia bersiklushidup di dalamnya.
Dalam bahasa sederhana, yang demikian disebut sebagai hukum-hukum kehidupan (natural law/sunnatullah). Seperti yang tercantum dalam kata-kata hikmah berikut : Setiap makhluk hidup, memiliki cara yang berbeda untuk mencapai tujuan tumbuhan berdiam di lokasi yang relatif tetap lalu memperkuat diri. Hewan mengandalkan kemampuan penjelajahannya, sedang manusia menggunakan pengembaraan pikirnya.
Keunikan Manusia
Diantara sekian keunikan hasil ciptaan Tuhan itu, manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Dalam Al Qur’an Surat Attien : 3 dijabarkan bahwa “Manusia diciptakan sebagai sebaik-baiknya makhluk”. Pertanyaannya, apa dasar kualifikasi yang memposisikan manusia sebagai makhluk yang paling mulia? Tentu jawabannya adalah, karena manusia diciptakan akal-fikiran-cipta-rasa-karya. Dengan dasar-dasar potensi inilah, manusia dicitakan sebagai makhluk kosmis yang diberikan amanah kepemimpinan atas kehidupan tuju petala langit dan tuju petala bumi beserta seluruh makhluk yang ada dan berkembang biak di dalamnya.
Menurut Howard Gardner (Hobbs Professor Of Kognition and Education Harvard Graduate School of Education), potensi yang terpenting dalam diri manusia adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut.
- Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
- Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
- Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
- Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki leh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
- Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
- Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seserang motivator dan fasilitator.
- Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi(merenung) dan keseimbangan diri.
- Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal alam, flora dan fauna dengan baik.
- Intelegensi eksistensial, kemampuan seseorang menyangkut kepekaan menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup, mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.
Dasar-dasar intelegensi ini, menjadi fondasi kehidupan manusia. Untuk mengarahkan hidupnya pada nilai-nilai universal. Sesuai dengan tujuan hidupnya. Lalu pertanyaan berikutnya adalah, apakah tujuan hidup manusia? Dan apa hubungannya dengan potensi yang telah dianugerahkan kepadanya? Jawabannya : Tujuan hidup manusia adalah mengunakan segala potensi yang ada untuk memberikan manfat kepada seluruh makhluk yang ada di bumi dengan akan pikiran, cipta, rasa dan karya yang telah dianugerahkan kepadanya. (MLC)
|
|
|