Kata-kata Mutiara

Kehidupan adalah sebuah titian. Jika berjalan pada aras yang benar, Insya Allah keselamatan dan kebahagian akan bisa tercapai. Tapi jika tidak, jatuh terpuruk merupakan resikonya. Karena itu, menilai baik buruknya kita adalah orang lain. Selalu perbaiki diri kita sendiri, itu yang terpenting

 
Melakukan sesuatu yang kecil terkadang membawa manfaat yang besar. Jangan remehkan hal-hal kecil karena kita tak pernah tahu seberapa besar manfaatnya untuk kita dan untuk orang lain.
 

Kata orang hidup penuh kemandirian adalah puncak dari perjalanan kehidupan. Tapi sebetulnya puncak dari perjalanan kehidupan adalah ketaqwaan dan keihsanan. Dan itu nampak dari sikap yang selalu rendah hati. Semoga kita selalu bisa mencapai puncak tersebut.

 

Perjalanan hidup diibaratkan sedang meniti jembatan rapuh, yang dibawahnya mengalir sungai yang deras. Jika tidak berhati-hati, alamat jatuh sangat mungkin terjadi. jika sedikit menaruh perhatian dan konsentrasi, Insya Allah akan menemui keselematan. Dari itu, dalam hidup kesadaran akan arti pentingnya kehidupan menjadi sangat penting untuk membawa keselamatan dan kebahagiaan, Insya Allah

 

Ketika Rasul Ibrahim Dibakar dalam bara api, hati dan pikirannya selalu fokus dan memasrahkan jiwa raganya pada pertolongan Allah Swt. Tak ada yang sempurna tanpa pertolongan Allah, begitulah kira-kira hikmahnya.

 
Seorang pemimpin diibaratkan berdiri seperti lilin. Menjadi tidak populer, dikritik dan tersakiti hati. Walau begitu, seorang pemimpin sejati harus selalu mampu menerangi dan menaungi orang-orang disekelilingnya, tanpa terkecuali dan tanpa diskriminasi
 

Jadilah seikat sapu lidi, kokoh karena kebersamaan dan tentunya bermanfaat bagi lingkungan. Dengan kebersamaan pun sapu lidi kuat tak mudah dipatahkan.

 

Tahun tak akan berhenti hingga dikehendakiNya. Hanya, bagaimana kita bisa menyikapi setiap pergantian tahun dengan bijak dan menjadikan diri kita sebagai orang yang bermanfaat.

 

Nasib tak seperti takdir, bisa diubah dan dinamis. Hanya yang berputus selalu merasa kalah dengan nasib. Jangan menyerah terhadap nasib karena untuk itulah kita dianggap manusia sempurna.

 

Jika menginginkan sebuah perubahan, maka lakukanlah sekarang juga. Jika hanya menunggu waktu percayalah, waktu yang tepat hanyalah keberuntungan. Hal-hal besar tidak akan terjadi tanpa ada tindakan untuk merubah.

 
Lihat selengkapnya..

Links
PAN
Profil Michel
Facebook Michel
Google
Yahoo
Sindikasi
Yang Sedang Online


OB Juga Manusia PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh http://imunk.wordpress.com   
Friday, 08 July 2011

Penulis: Bayu Gawtama

Ada yang selalu dilakukan Hendi setiap pagi dan sore di kantornya. Sebuah sapaan khas selalu diucapkannya setiap pagi kepada Surya, office boy (OB) kantor tempatnya bekerja. “Assalaamu’alaikum mas Surya, apa kabar? Keluarga sehat?” tentu saja yang disapa merasa senang dan membalasnya dengan senyum. Begitu pun setiap sore menjelang pulang, setiap kali berpapasan dengan Surya, “Mas Surya, saya pulang dulu ya, salam buat keluarga di rumah. Assalaamu’alaikum.”

Kadang jika siang hari, saat semua karyawan bergegas keluar kantor untuk makan siang, Hendi terlebih dulu mampir ke pantry menemui Surya. “Sudah makan siang, mas?” yang ditanya selalu menjawab dengan senyum khasnya plus sejumput kalimat singkat, “Saya sudah bawa, pak. Silahkan bapak makan duluan.” Hendi tak sekadar menyapa, sebetulnya dia sudah tahu jika hampir setiap hari Surya selalu membawa kotak makanan yang disiapkan isterinya dari rumah.

Tidak setiap hari Surya membawa kotak makan, Hendi tahu itu. Sebab ia sering membuka lemari di pantry tempat Surya biasa menyimpan kotak nasinya. Begitu ia tak mendapati kotak nasi, maka bukan pertanyaan “Sudah makan siang, mas?” melainkan sebuah ajakan tak berbunyi. Hendi menarik tangan OB itu dan mengajaknya ke kantin untuk makan bersama. Meski seringkali Surya menolak halus, “Maaf, pak. Saya harus menuangkan air putih ke gelas-gelas yang sudah kosong.”

Suatu hari, Hendi mengajukan surat pengunduran diri dari kantornya. Ia mendapat tawaran bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang lebih tinggi dan sudah pasti gaji yang juga lebih besar. Karena Hendi merupakan salah seorang manager terbaik di perusahaan itu, pimpinannya berupaya mencegah Hendi meninggalkan kantor itu. Demi dapat menahan lelaki itu pindah pekerjaan, pimpinannya menawarkan promosi jabatan dan gajinya dinaikkan.

Namun Hendi tak bergeming dengan tawaran itu. Tekadnya sudah bulat untuk berpindah kantor. Pun seorang Sarah yang menahannya, lelaki itu tetap pada pendiriannya. Sarah, gadis cerdas, cantik, dan profesional yang selama hampir setahun dekat dengan Hendi tak berhasil membuat Hendi mengurungkan niatnya.

Selama lebih dari dua pekan, segala upaya pimpinan dan semua rekan kantornya menahan Hendi tak membuahkan hasil. Sampai akhirnya hari yang ditentukan itu pun tiba. Hendi memeluk satu persatu rekan kerjanya, mulai dari pimpinan perusahaan, para manager partner kerjanya, dan semua staff di perusahaan itu. Tetes air mata Sarah pun tak membuat hatinya mendung, “Kita masih bisa bertemu kok,” katanya.

Orang terakhir yang hendak dipeluk Hendi adalah Surya. Sang OB yang sejak mengetahui rencana kepindahan ‘sahabatnya’ itu sering terlihat murung. Hendi mendekati Surya dan memeluk tubuh kecil lelaki itu. Saat memeluk sang OB, terasa gerimis di hatinya mendengar kalimat, “Selama saya bekerja di sini, hanya pak Hendi yang benar-benar memanusiakan saya. Saya tidak tahu apakah masih bisa mendengar sapaan di pagi, siang, dan sore seperti yang biasa bapak lakukan untuk saya.”

Pelukannya semakin kuat dan Hendi merasa tak ingin melepaskan Surya. Ia menjatuhkan tas di tangannya dan meminta Surya untuk meletakkannya kembali ke meja kerjanya. “Tolong letakkan kembali barang-barang saya di meja kerja saya ya, mas.” pintanya.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >


 

Salam MLCKegiatanReportaseSeputar KepemimpinanKata MutiaraDialogProfile

Copyright © 2008 Michel El Qudsi Leadership Centre (MLC). All Rights Reserved.
Design by Situsmurah.com.
Untuk tampilan terbaik gunakan Firefox 3