Kata-kata Mutiara

Jadilah seikat sapu lidi, kokoh karena kebersamaan dan tentunya bermanfaat bagi lingkungan. Dengan kebersamaan pun sapu lidi kuat tak mudah dipatahkan.

 

Tahun tak akan berhenti hingga dikehendakiNya. Hanya, bagaimana kita bisa menyikapi setiap pergantian tahun dengan bijak dan menjadikan diri kita sebagai orang yang bermanfaat.

 

Nasib tak seperti takdir, bisa diubah dan dinamis. Hanya yang berputus selalu merasa kalah dengan nasib. Jangan menyerah terhadap nasib karena untuk itulah kita dianggap manusia sempurna.

 

Jika menginginkan sebuah perubahan, maka lakukanlah sekarang juga. Jika hanya menunggu waktu percayalah, waktu yang tepat hanyalah keberuntungan. Hal-hal besar tidak akan terjadi tanpa ada tindakan untuk merubah.

 

Jika menginginkan sebuah perubahan, maka lakukanlah sekarang juga. Jika hanya menunggu waktu percayalah, waktu yang tepat hanyalah keberuntungan. Hal-hal besar tidak akan terjadi tanpa ada tindakan untuk merubah

 
Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karena itu jaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.
 

Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karena itu jaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.

 

 

Setiap detik adalah berharga. Dan setiap yang berharga akan selalu dijaga. Kehidupan kita adalah perputaran detik demi detik yang selalu berharga. Karen ajaga dan pergunakan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita.

 
Kehidupan ini ibarat menghamparkan kertas putih tanpa tinta. Lalu kitalah yang menuliskan tinta kehidupan didalamnya. Dinamika kehidupan selalu berproses. Karenanya, tulislah kertas tersebut dengan tinta kehidupan yang membawa manfaat untuk orang banyak.
 

Sesulit apapun situasi yang kita hadapi, dengan keyakinan hati dan keteguhan pikiran kita pasti bisa melewatinya. Selalulah berusaha untuk mengambil manfaat dari setiap kesulitan tersebut, untuk kita dan untuk masa depan kita.

 
Lihat selengkapnya..

Links
PAN
Profil Michel
Facebook Michel
Google
Yahoo
Sindikasi
Yang Sedang Online


PANCASILA 1 JUNI : AJARAN BUNG KARNO VS NEO LIBERALISME PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Budiman Sudjatmiko   
Wednesday, 16 July 2008

PERNAHKAH ANDA RENUNGKAN ...?

  • Selama ± 350 tahun Indonesia pernah dijajah oleh negara kecil dari tempat yang jauh di Eropa sana … bernama belanda.
  • Cara menjajah yang unik karena dijajah melalui perusahaan dagang multinasional yg bernama VOC (Vorenignde Oost-Indiechse Companie)à Kompeni yang secara sistematis menjajah para pembesar negeri ini (saat itu), yang secara derevatif para pembesar tersebut menjajah rakyatnya sendiri … IRONIS !!!

CIRI NEGARA TERJAJAH

  • Sumber daya alam dikuras habis.
  • Rakyat dipekerjakan secara paksa atau setengah terpaksa, dengan upah sekedar untuk dapat hidup hari itu … agar tidak mati.
  • Negara terjajah dijadikan sarana perputaran uang penjajah … (Penanaman Investasi).
  • Negara terjajah dijadikan pasar negara penjajah
  • Rakyat dibiarkan “hidup segan, mati tak mau”
 

PERTANYAAN BERIKUTNYA

  • Apakah kita sudah sepenuhnya merdeka dari penjajahan negara-negara barat …?
  • Siapakah yang menjajah kita saat ini …?
  • Bagaimanakah cara penjajah melakukan penjajahan terhadap negara kita…?
  • Fenomena apakah yang dapat membuktikan bahwa kita masih terjajah …?
  • Bagaimana cara mengatasinya (memperjuangkan kemerdekaan seutuhnya)…?
 

GLOBALISASI  DAN GLOBALISME, ANCAMAN ATAU PELUANG 

GlobalisasiGlobalisme
  • Kemajuan IPTEK dan informasi.
  • Teknologi didukung satelit komunikasi dan komputer.
  • Mobilitas cepat barang, jasa, orang, informasi, modal.
  • Dunia menjadi kecil, saling terhubung.
  • Tak bisa ditolak.
  • Berdampak positip dan negatif.
  • Pemaksaan nilai-nilai “Barat” yang di klaim sebagai universal.
  • Individualisme, liberalisme, HAM, pasar-bebas, demokrasi liberal.
  • Hegemoni negara industri maju.
  • Imperialisme ekonomi dan budaya.
  • Polisi dunia, bila perlu dengan kekerasan senjata dan perang.
 
 

GLOBALISASI

  • Arti literal
    • Sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan di antara masyarakat dan elemen-elemennya yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
    • Istilah globalisasi dapat diterapkan dalam berbagai konteks :
      • Sosial,
      • Budaya,
      • Ekonomi,
      • Politik,
      • Hankam, dlsb.
 
  • Instrumen globalisasi
    • Konperensi Bretton Woods
      • Bank Dunia (WB)
      • IMF (Dana Moneter Internasional)
    • GATT (The General Agreement on Tariffs and Trade)
      • Melahirkan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia)
    • Pasar
      • Pembentukan pasar-bebas.
      • Blok-blok perdagangan dan kawasan perdagangan bebas.
    • Kekuatan militer dan persenjataan
      • Polisi dunia
    • Agen-agen demokrasi
      • Promosi dan penyebaran western values.
 
 
  • Jalan menuju mendunia (global), meliputi seluruh dunia (worldwide), antar negara (international), antar benua (intercontinental).
  • Globalisasi menjadi nyata pasca Perang Dunia II.
  • Kecenderungan-kecenderungan globalisasi ditandai oleh :
    • Pergerakan (mobilitas) lintas negara meliputi :
      • Komoditi,
      • Uang,
      • Informasi,
      • Orang,
      • Kemajuan teknologi,
      • Pengorganisasian,
      • Hukum/peraturan, dan
      • Infrastruktur lain yang mendukung pergerakan.
 

GLOBALISME3

  • Penghancuran total kekuatan nasional negara sasaran.
  • Kontrol terhadap negara yang tidak mau mengakomodasi kepentingan negara industri maju.
  • Penaklukan terhadap negara yang dianggap mengganggu keamanan dan kepentingan nasional negara maju.
  • Serangan militer dini terhadap negara yang dianggap oleh AS dan sekutunya sebagai pembangkang.
  • Membangun dunia unipolar berbasis kapitalisme dan liberalisme.
  • Penghancuran ideologi dan ekonomi negara kaya SDA untuk kemudian dikuasainya.
  • Pemaksaan nilai-nilai Barat yang di klaim sebagai universal dan harus diikuti oleh semua negara di dunia.
 

GLOBALISME

  • Fase-fase Perang Modern
    • Infiltrasi
      • Isu : HAM versi “Barat”, Demokrasi, Gender, Lingkungan Hidup.
    • Eksploitasi
      • Adu domba antar SARA, elite politik, kekuatan sospol.
    • Brain Washing
      • Nilai-nilai barat, Individualisme, Kapitalisme, Liberalisme.
    • Hancurkan dan lemahkan
      • Konstitusi (UUD) – Perombakan UUD
      • Kekuatan Nasional : Ideologi, Politik, Ekonomi, Budaya, Hankam.
      • Teror, Psy-war, konflik horisontal dan vertikal.
    • Rebut dan kuasai
      • Pemerintahan “Boneka” atau “Antèk Asing”
      • Sumber Daya Alam : Minyak, Gas, Tambang, Hutan, Laut.
 

FENOMENA AKIBAT GLOBALISME

     
     
    Bidang ekonomi
    Tidak mandiri dan tidak berdaya.
  • Makin terjebak dalam hutang luar negeri.
  • Terjadi proses pemiskinan massal.
  • Transaksi dan mobilitas tinggi modal, barang dan jasa.
  •  
     
    Bidang politik
        • Melemahnya kedaulatan negara.
        • Demokratisasi model demokrasi liberal.
        • HAM versi Barat.
        • Dominasi kepentingan dan kekuatan asing.
     
    Bidang kebudayaan
        • Baratisasi (Westernisasi) lewat media dan agen-agen demokrasi.
        • Imperialisme budaya (iklan).
 
 

TRAGEDI DUNIA KETIGA DI ERA GLOBALISASI4

  1. Kemiskinan berat
    • 4 - 6 milyar penduduk berada di 127 negara terbelakang.
  2. Kebangkrutan
    • 49 negara paling terbelakang secara teknologis.
  3. Penurunan Pendapatan per kapita per tahun
    • 100 negara mengalani penurunan dari keadaan 10, 15, 20 dan bahkan 30 tahun yang lalu.
  4. Pendapatan kurang dari 2 dollar AS (Rp. 18,000) per hari
    • 2,8 milyar penduduk di negara-negara Dunia Ketiga.
  5. Tingkat konsumsi kurang dari 1 dollar AS per hari
    • 1,3 milyar penduduk di negara-negara Dunia Ketiga.
  6. Tidak memiliki infrastruktur sanitasi (MCK) yang memadai
    • 2,6 milyar penduduk dunia.
  7. Tidak memiliki akses terhadap air minum/bersih
    • 1,4 milyar penduduk dunia.
 

TRAGEDI DUNIA KETIGA DI ERA GLOBALISASI5

  • UN Human Development Report tahun 1996 :
    • Tingkat kesenjangan sosial dan ekonomi dunia
      • 20 % penduduk terkaya di dunia menerima lebih dari 82 % pendapatan dunia,
      • Sementara 20 % penduduk paling miskin hanya menerima 1,4 %.
    • Perang antar negara dan perang sipil (1900-1990)
      • 250 peperangan
      • Korban lebih dari 100 juta tentara dan 100 juta penduduk sipil
  • Perang pada abad ke-18 dan abad ke-19 :
    • Tingkat kematian 50 dan 60 orang per 1 juta penduduk dunia.
  • Perang pada abad 20 :
    • Tingkat kematian 460 per 1 juta penduduk dunia.
    • “Abad kematian yang direncanakan” (a century of death by design)
 
 

AWAL SEGALA MALAPETAKA

  • Tahun 1944 di Breeton Woods, New Hampshire USA diselenggarakan konferensi untuk menangani Great Depression yang dihadiri oleh Keyness yang melahirkan IMF & World Bank dengan kedok untuk melaksanakan ekonomi kesejahteraan (Pelaksananya USA)
 
  • Belakangan kita semua mengetahui bagaimana IMF dan Bank Dunia (World Bank) menjerat negara-negara berkembang dengan hutang.
 

SEPULUH NEGARA PENGUTANG TERBESAR Per 1998  
(World Development Report 2000/2001) 

NoNEGARAUtang LN (US $ Billion)ULN/kapita (US$)
199019981998
1Brazil1202321,360
2Rusia601831,200
3Mexiko1041591,600
4China55154130
5Indonesia70150750
6Argentina631443,900
7Korea Selatan351392,950
8Turki491021,590
9India8398100
10Thailand28861,390
 
 

SEPULUH NEGARA TERJERAT HUTANG 
Per 1998 (World Development Report 2000/2001)

NoNEGARAUtang LN (US $ Billion)ULN/kapita (US$)
199019981998
1Kongo4.95.01,630
2Angola8.512.11,000
3Nikaragua10.75.91,200
4Uganda10.212.9260
5Zambia 6.96.8680
6Indonesia69.8150.0750
7Mauritania2.02.6800
8Ethiopia 8.610.3165
9Siera Leone1.11.2240
10Cote d’Lvoire17.214.61,000
 

KEBIJAKAN IMF BAGI NEGARA BERKEMBANG

  • Pelaksanaan kebijakan anggaran ketat, termasuk penghapusan subsidi negara dalam berbagai bentuknya;
  • Pelaksanaan liberalisasi sektor keuangan;
  • Pelaksanaan liberalisasi sektor perdagangan; ... dan
  • Privatisasi BUMN ... nah ini semua seperti di Indonesia saat ini kaaan !
 

KRITIK TERHADAP BANK DUNIA

  • Kritik dari penentang globalisasi :
    • Menggerogoti kedaulatan negara.
    • Mendukung diktator dan membebani rakyat.
    • Dikendalikan negara adidaya (industri maju)
    • Neo-liberalisme
      • Pasar-bebas, tanpa campur tangan pemerintah.
    • Bantuan finansial (hutang) selalu disertai "syarat-syarat", termasuk juga Structural Adjustment Programmes.
    • Intervensi kebijakan
      • Kekacauan ekonomi berimbas Sospol.
      • Konflik vertikal dan horisontal.
      • Proses pemiskinan massal.
 

KEPRIHATINAN KITA BERSAMA !!!

  • Kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengacu pada UUD 2002 hasil perombakan UUD 1945 (Asli) :
    • Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 semakin ditinggalkan.
    • Kehilangan arah dan landasan pijaknya.
    • Konflik antar lembaga negara.
    • Terombang-ambing diterjang arus derasnya tuntutan pasar-bebas (Globalisme) dan kepentingan asing.
    • Kebijakan-kebijakan yang ditempuh :
      • Meninggalkan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
      • Lebih berpihak pada kemauan para pelaku pasar-bebas yang didominasi oleh kaum bermodal besar dan penguasa-pengusaha.
    • Ancaman
      • Pertikaian politik dan konflik antar etnik, suku, daerah.
      • Disintegrasi bangsa (sosial dan teritorial).
      • NKRI bubar.
 
 

PERSOALAN MAKIN BERAT – BEBAN RAKYAT MENINGKAT

    Ekonomi Yes

    Politik No

    ORBAREFORMASI
     
     
     
     
    Ekonomi
    Kroni Kapitalisme - Liberal
    • Developmentalisme
    • Keynesian
    • Eksploitasi SDA
    • Subsidi untuk rakyat
    • Campur tangan pemerintah
    Kapitalisme - Neo-Liberal
    • Pasas-Bebas
    • Neo-Liberal
    • Eksploitasi + Penjualan Aset
    • Penghapusan subsidi
    • Menuju pasar-bebas
     
     
     
     
     
     
    Politik
    Otoriter
    • Sentralisasi Kekuasaan
    • Represif (dgn Kekuasaan)
    • UUD 1945 diplintir jadi Executive Heavy
    • Depolitisasi-Deideologisasi
    • MPR - GBHN
    • Pemilu dgn intimidasi
    Liberal
    • Desentralisasi (Keblinger)
    • Represif (Uang+Teknologi)
    • Perombakan UUD 1945 jadi Legislative Heavy
    • Demokrasi Liberal
    • Tak ada MPR - tanpa GBHN
    • Pemilu langsung-Politik Uang
     
     
     
     
     
     
    Budaya
    Semi Feodalistik
    • Raja Besar (Pusat-pusat kekuasaan)
    • KKN – Terpusat
    • Nasionalisme (semu)
    • Membeo, menjilat ke atas
    • Pancasila dimanipulasi
    Borjuasi Nasional - Neolib
    • Raja-raja Kecil (Pengusaha-Penguasa)
    • KKN – Pusat sampai Daerah
    • Tanpa Nasionalisme
    • Vulgar, Anarkhis
    • Pancasila ditinggalkan
 
 
 

 
 

KONTRADIKSI POKOK

Nasionalisme

Kerakyatan

Globalisme
  • Nilai-nilai dan budaya bangsa.
  • Pancasila dan UUD 1945 (asli)
  • Penggalangan kekuatan setujuan dalam tahap perjuangan Nasional Demokratis
  • Ada peran pemerintah.
  • Prinsip-prinsip kemerdekaan (Trisakti)
  • Sosio-Nasionalisme dan Sosio-Demokrasi.
  • Demokrasi untuk kesejahteraan rakyat.
  • Berpihak pada kepentingan rakyat.
  • Nilai-nilai dan budaya Barat.
  • Diandaikan sebagai hilangnya batas-batas negara.
  • Diandaikan luluhnya negara-negara bangsa.
  • Pasar-bebas
  • Satu dunia yang terintegrasi secara politik, ekonomi dan budaya dalam genggaman kapitalisme internasional.
  • Neoliberalisme
  • Hanya demokrasi politik saja, menang-menangan.
  • Berpihak pada kepentingan asing
 

LIBERALISME

  • Paham Liberal dalam dirinya sendiri menolak ide tentang redistribusi kekayaan sebagai . tujuan
    • Semua bentuk subsidi untuk rakyat (sektor publik) harus dihapus.
  • Paham Liberal menuntut bahwa distribusi kekayaan haruslah sebagai hasil dari interaksi pasar dan di dalam pasar itu sendiri.
  • Paham liberal menghendaki bahwa masyarakat dan Negara harus tidak mempunyai tujuan yang tetap, tetapi proses (pasar) yang harus menentukan tujuannya tesebut adalah sesuatu yang adil. 
  • Paham Liberal mendefinisikan dirinya sebagai “kebebasan” (freedom) sehingga mereka tidak berpikir tentang diperlukannya persetujuan untuk merombak suatu struktur masyarakat menjadi masyarakat Liberal.
  • Paham politik Liberal klasik menolak ide bahwa ada nilai-nilai moral eksternal, malahan mereka megatakan bahwa yang ada hanya opini.
  • Mereka berpikir bahwa opini harus terekspresikan dalam publik, dan opini tersebut dengan banyak cara diolah menjadi opini pasar yang akan menyetujui kebenaran. 
 

NEO-LIBERALISME

Definisi Neoliberalisme adalah filsafat sbb: 

Neoliberalisme adalah filsafat di mana eksistensi dan operasi pasar mengadung nilai (value) di dalamnya, terpisah sama sekali hubungannya dengan produksi barang dan jasa, dan tanpa menghiraukan pengaruhnya terhadap produksi barang dan jasa, dan di mana operasi pasar atau struktur pasar yang terjadi dilihat sebagai etika dalam pasar tersebut, mampu berperan sebagai tuntunan bagi semua aktivitas manusia, dan menggantikan pendirian serta nilai-nilai etis yang sebelumnya ada. 
 

NEO-LIBERALISME

Hukum Pasar 

    • Melepaskan sebebas-bebasnya perusahaan nasional atau perusahaan pribadi dari segala ikatannya dengan Negara atau pemerintahan tanpa mempermasalahkan kerusakan sosial yang diakibatkannya.
 
    • Keterbukaan yang semakin luas pada investasi dan perdagangan internasional.
 
    • Semua dalam kesemuanya, kebebasan penuh pada pergerakan modal, barang-barang produk dan jasa.
 
    • Untuk meyakinkan bahwa hal ini baik untuk kita, mereka mengatakan bahwa “pasar yang tidak diatur (oleh pemerintah) adalah cara terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya akan menguntungkan setiap orang”.
 
 

NEO-LIBERALISME

  1. Hukum Pasar
  2. Pemangkasan anggaran pelayanan publik/sosial.
  3. Deregulasi dan restrukturisasi
    • Perombakan peraturan-peraturan yang menghambat mekanisme pasar-bebas.
  4. Privatisasi
    • Menjual BUMN yang bergerak disektor produk dan jasa kepada perorangan berduit.
    • Hal ini meliputi bank, industri strategis, pertambangan, kereta api, penerbangan, jalan Tol, PLN, sekolah, rumah sakit, air bersih, dll.
  5. Penghilangan konsep layanan masyarakat
    • Konsep seperti “The Public Goods” atau “Community” diganti dengan tanggung jawab individu.
 
 

KAPITALISME DAN IMPERIALISME

  • Kapitalisme
    • Sistem pergaulan hidup yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat-alat produksi6.
      • Nilai lebih tidak jatuh ke tangan kaum buruh, tapi ke tangan kaum majikan (pemilik modal).
      • Menyebabkan akumulasi dan sentralisasi kapital.
      • Mengarah pada Verelendung (pemiskinan).
      • Memerlukan dukungan Industrielle-Armée (Pekerja Industri).
    • Kapitalisme
      • Bukan suatu badan,
      • Bukan manusia,
      • Bukan suatu bangsa,
      • Tetapi suatu faham, suatu pengertian, suatu sistem7.
    • Kapitalisme melahirkan imperialisme.
 
 

KAPITALISME DAN IMPERIALISM 
(Relevansi Pemikiran Bung Karno di Era Globalisasi)

  • Imperialisme
    • Nafsu, sistem untuk menguasai atau mempengaruhi ekonomi bangsa lain.
      • Sistem merajai atau mengendalikan ekonomi atau negeri bangsa lain8.
      • Imperialisme membuahkan penjajahan ekonomi.
      • Imperialisme-modern itu adalah anak kapitalisme-modern.
    • Imperialisme
      • Suatu faham, suatu pengertian.
      • Ia tak usah dijalankan dengan pedang atau bedil atau meriam atau kapal perang, tak usah berupa “penguasaan negeri daerah dengan kekerasan senjata”, ………………., tetapi ia bisa juga berjalan hanya dengan “putar lidah” atau cara “halus-halusan” saja, bisa juga berjalan dengan cara “penetration pacifique” (Penetrasi secara Damai)9.
    • Imperialism, the Highest Stage of Capitalism.
 

5 JENIS IMPERIALISM

    JENISPUSATPINGGIRAN
    1. EKONOMIProsesing, produksi vital Bahan baku, pasar
    2. POLITIKKeputusan, modelPelaksana,
    3. MILITERProteksi, perangkat

    destruktif

    Disiplin, perangkat tradisional
    4. KOMUNIKASIKendali beritaEvents, pemakai
    5. BUDAYAMenggurui belajar
 
 

EMPAT SIFAT IMPERIALISME MODERN 
(Relevansi Pemikiran Bung Karno di Era Globalisasi)

  1. Indonesia tetap menjadi negeri pengambilan bekal hidup (hasil-hasil pertanian).
  2. Indonesia menjadi negeri pengambilan  bekal-bekal (bahan baku indutri) untuk pabrik-pabrik di Eropah.
  3. Indonesia menjadi negeri pemasaran penjualan barang-barang hasil dari macam-macam industri asing.
  4. Indonesia menjadi lapangan usaha bagi modal yang ratusan, ribuan-jutaan gulden jumlahnya dengan memanfaatkan buruh murah, selain itu juga menjadi lapangan kerja bagi tenaga asing.

 

Terutama "shakti" yang keempat inilah, yakni "shakti" yang membikin Indonesia menjadi daerah exploitasi dari kapital-lebih asing, menjadi lapangan usaha bagi modal-modal kelebihan dari negeri-negeri asing, adalah yang paling hebat dan makin lama makin bertambah hebatnya! 
 

KEMENANGAN IDEOLOGIS NEO-LIBERALISME

Perombakan terhadap UUD 1945 (Asli) 

  • Aksi reaktif akibat dari situasi represif di bawah rezim ORBA.
 
  • Proses demokratisasi yang dikendalikan oleh agen-agen demokrasi barat.
 
  • Disemangati oleh paham individualisme dan liberalisme menuju kehidupan demokrasi liberal yang dipersyaratkan untuk menuju pasar-bebas.
 
  • Demokrasi sekedar demokrasi politik yang hanya menang-menangan, bukan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
  • Rakyat hanya bebas dalam mencoblos, setelah itu ditinggalkan karena pemerintahan tanpa GBHN.
 
  • Upaya mengganti ROH dari UUD 1945 (Asli).
 
  • Reformasi bukan kemenangan rakyat, tetapi kemenangan ideologis neo-liberalisme dalam pusaran arus globalisme.
 

 
 

MENSIKAPI GLOBALISASI

  • Landasan
    • Proklamasi 17 Agustus 1945
    • Deklarasi Kemerdekaan (Pembukaan UUD 1945)
      • Untuk apa berjuang mencapai Indonesia Merdeka ?
      • Untuk apa mendirikan negara bangsa ?
      • Raison d’etre NKRI
    • Pancasila sebagai IDEOLOGI NEGARA
    • UUD 1945 (Asli)
      • Penjabaran Deklarasi Kemerdekaan.
      • Keberpihakan terhadap rakyat, bangsa dan negara.
    • Trisakti
      • Prinsip-prinsip kemerdekaan harus sejauh mungkin dijalan dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara.
    • Nation and Character Building
      • Pengaruh negatip dari globalisme harus disikapi dengan strategi kebudayaan, yaitu dengan melakukan upaya pembentukan jiwa dan perwatakan bangsa.
 
  • Permasalahan
    • Globalisasi perlu dibedakan dengan Globalisme.
    • Nasionalisme tidak berarti secara buta anti semuanya yang berbau asing atau menolak kerjasama dengan asing.
    • Membutuhkan modal asing tidak berarti :
      • Membabi buta menerima kapitalisme dan liberalisme.
      • Tunduk pada syarat-syarat yang mematikan.
      • Menghancurkan ekonomi rakyat.
    • Untuk apa dan untuk siapa modal asing tersebut dibutuhkan ?
    • Komitmen dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan mayoritas rakyat.
    • Menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan diri bangsa.
    • Penegakkan hukum, pemberantasan KKN.
    • Moralitas dan mentalitas bangsa.
    • Berdemokrasi tidak berarti menerima paham demokrasi liberal.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >


 

Salam MLCKegiatanReportaseSeputar KepemimpinanKata MutiaraDialogProfile

Copyright © 2008 Michel El Qudsi Leadership Centre (MLC). All Rights Reserved.
Design by Situsmurah.com.
Untuk tampilan terbaik gunakan Firefox 3