|
|
|
|
|
Padang Ekspres 5 September 2008 |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Sutan Zaili Asril, Wartawan Senior
|
|
Monday, 08 September 2008 |
Ada Jeffrie Geovanie di Pentas Politik Sumbar
DI antara hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) potensi daerah pemilihan pada pemilihan umum (Pemilu) 2009 di Sumatera Barat pada Juni 2008 (yang diumumkan awal Agustus 2008) cukup mencengangkan sementara kalangan dan sebagian di antara kita: pertama tentang populeritas H. Jeffrie Geovanie yang sangat signifikan, bahkan — sejauh menurut fakta hasil survei LSI — untuk kategori tingkat variable dan citra jauh lebih baik dan melampaui Gubernur Sumatera Barat H. Gamawan Fauzi?
Fakta awareness responden (nama tokoh diingat responden dari intensitas/frekuensi hubungan dengan tokoh sehari-hari) terhadap tokoh-tokoh Sumatera Barat, sepuluh nama tokoh diingat mereka adalah Gamawan (91,0 persen), Jeffrie (66,1), walikota Padang Fauzi Bahar (54,8), wakil gubernur Marlis Rahman (43,0), amggota DPR-RI Irwan Prayitno (399,1), Ketua DPRD Sumatera Barat Leonardy Harmaini (30,7), anggota DPR Azwir Dainy Tara (24,6), Walikota Buittinggi Djufri (24,6), Wakil Ketua DPD-RI Irman Gusman (21,6), dan Rektor Universitas Andalas (Unand) Musliar Kasim (21,2). Awareness lebih ditentukan tingkat intensitas dan frekuensi tokoh dengan responden. Jadi, wajar kalau nama Gubernur Gamawan paling dikenal.
Hanya saja, populeritas (kedikenalan) beberapa nama tokoh tidak sejalan dengan tingkat favorable (kedipilihan dengan alasan/tingkat resistensi/kekecewaan rendah). Makin sedikit hubungan tokoh dengan responden, makin sedikit/rendah resistensinya. Sebaliknya, semakin sering komunikasi tokoh dengan responden maka semakin tinggi tingkat kekecewaan/penolakan terhadap tokoh. Lima tokoh dengan tingkat favorable tinggi: Yudo Paripurno (86,2 persen), Jeffrie (84,9), Irwan Prayitno (84,4), Aulia Aman Rahman (83,8), dan Fauzi Bahar (83,8).
Mengejutkan, wakil gubernur Marlis Rahman di rangking ke-6 (tingkat favorable 82,8 persen), dan Gubernur Gamawan di bawahnya (82,4 persen). Tidak kalah mengejutkan, nama Rektor Musliar menyodok di rangking ke-8 setelah Gamawan (dengan 82,3 persen), lalu Nudirman Munir (80,4), dan Is Anwar (79,4). Diskusi saya dengan Edi Indrizal dari LSI, menyebut Gamawan dan Jeffrie tokoh paling dikenal, disusul Fauzi. Dari ketiga tokoh (Gamawan, Jeffrie, dan Fauzi) , Jeffrie dan Fauzi lebih positif.
Tidak menggembirakan, ada temuan survei LSI yang menunjukkan kondisi umum masih stagnan — tanpa perubahan berarti. Kebanyakan responden menunjuk kemiskinan dan pengangguran sebagai masalah pokok. Sekitar 47 persen menilai kinerja pemerintah daerah provinsi Sumatera Barat buruk dalam mengatasi kemiskinan, dan sekitar 57 persen menilai pemerintah provinsi amat buruk dalam mengatasi pengangguran. Temuan survei mengafirmasi, masih dibutuhkan kerja ekstra keras pemerintah dalam mengatasi kedua masalah itu.
DI ANTARA temuan LSI yang juga cukup mengejutkan, dukungan pada dua partai (Partai Golkar/PG dan Partai Demokrat/PD) diprediksikan meningkat dibandingkan perolehan Pemilu 2004. Agak sensasional, hasil survei memprediksi penurunan dukungan terhadap PAN, PPP, dan PBB. Sedang PKS dan PDIP diperhitungkan stabil. Dan, swing votters dari PAN/PPP?PBB diprediksikan beralih ke Golkar dan Demokrat — proporsi dominan untuk Golkar. Ini menunjukkan perubahan orientasi kepartaian dari partai berbasis Islam kepada partai yang bercorak nasionalis!?
Diajukan jajar beberapa tokoh dari beberapa partai yang diperhitungkan jadi caleg untuk DPR, spontan/secara terbuka responden menyebut sejumlah nama tokoh. Jeffrie mendapat pilihan tertinggi (dengan 7,9 persen), Azwir (4,8), Irwan Prayitno (3,3), Djufri (1,6), dan Leonardy Harmaini (1,0). Jika diajukan 32 nama (secara tertutup), Jeffrie Geovani melesat sendiri (26,1 persen), disusul Irwan Prayitno (9,8), Azwar Dainy tara (8,2), Djufri (5,6), Leonardy Harmaini (4,3), dan belum tahu/menentukan pilihan (masih tinggi, 22,1).
Bilamana jumlah nama disodorkan tinggal 18 nama (secara tertutup), suara perolehan Jeffrie masih terus menanjak sendirian (31,6 persen), disusul Irwan (11,4 persen), Azwir Dainy Tara (9,0), Leornardy melompat (5,4), Is Anwar (3,8). Bilamana jumlah nama diturunkan jadi 12 orang caleg (secara tertutup), Jeffrie masih terus melesat sendirian (sangat signifikan dengan 37,3), Azwir (9,8), Leonardi (5,9), Nudirman (3,6), Andi Wahab (2,8). Perolehan suara Jeffrie diperhitungkan di atas target suara PG Sumatera Barat pada pemilu 2009 sebesar 33 persen.
Secara lintas partai (dari 18 nama calon anggota DPR-RI), Jeffrie tetap melesat (35,6 persen), Irwan (11,2), Azwir (9,5), Leonardy (6,1), dan Nudirman (3,3). Jika sejumlah calon dari tujuh partai (Golkar, PKS, PAN, PPP, PD, PBB, PBR, Hanura, PMB) diajukan, Golkar paling tinggi (52,1) terinci Jeffrie (31,8), Azwir (9,4), Leonardy (5,4), Andi Wahab (2,3), Nudirman (2,2), Aulia Aman Rachman (2,1), Darul Siska dan Poempida Hidayatullah (sama 0,7). Untuk PKS (11,0), terinci Irwan (10,5), Tifatul Sembiring (0,6), Refrizal (0,5).
Untuk PAN (8,8), terinci M. Ichlas El Qudsi (2,4), Asli Chaidir (2,1). Asman M. Abnur (1,3), Ichwan Iskak (1,1). Untuk PPP (6,1), terinci Yudo Paripurno (2,8), Epyardi Asda (1,3). Demokrat (4,8), terinci Djufri (2,0). Hanura (0,2), Basril Thaher (0,2) dan Samuel Koto (0). PMB (0,1), Syahruji Tanjung (0,1). Sekitar 14,9 persen tidak tahu/tidak ada jawaban.
Dari survei prilaku pemilih terhadap Pemilu 2009, LSI menemukan lima tokoh Sumatera Barat sebagai vote getter (pengumpul suara) dengan prosentase dukungan di atas 3,0 persen: Jeffrie (PG), Irwan (PKS), Azwir (PG), Leonardy (PG), dan Is anwar (PBR). Juga ada temuan, PDIP — dan PBB — sebagai pengusung Gamawan Fauzi jadi gubernur (berpasangan dengan Marlis Rahman) relatif tidak punya tokoh yang mampu meningkat dukungan bagi PDIP.
Di antara alasan responden memilih beberapa tokoh untuk menjadi anggota DPR mewakili Sumatera Barat, antara lain, karena dinilai mampu mengatasi masalah ekonomi (32,2 persen), punya perhatian tinggi pada rakyat (14,7), dipandang jujur (11,6), putera daerah Sumatera Barat (9,70), mampu memberantas korupsi/KKN (5,4), dan berjiwa sosial (5,3).
APAKAH terasa berlebihan menjambangi Jeffrie Geovanie? Seorang cendekiawan/kolomnis tetap Harian Pagi Padang Ekspres, politisi muda/Wakil Direktur Lembaga Pemenangan Pemili Dewan Pimpinan Pusat (LPP DPP) Partai Golkar, tokoh muda Muhammadiyah yang pernah mati-matian mendukung Capres Prof Dr HM Amien Rais MA run to president 2004, anak nagari Minangkabau yang membanggakan yang kini berkiprah di pentas nasional, dan seorang mantan kandidat Gubernur Sumatera Barat (2005-2010) yang penuh harapan — dari tidak pernah dikenal muncul mengagetkan jadi peraih suara terbanyak ketiga setelah Gamawan Fauzi Dahlan/Marlis Rahman dan Irwan Prayitno/Ikasuma Hamid.
Mungkin akan terasa berlebihan mengasumsikan pencalonan Jeffrie untuk DPR atas nama Golkar mampu mendongkrak perolehan suara untuk partai beringin itu? Berdasarkan hasil survei LSI yang dipublikasi akhir Agustus 2008 lalu, mungkin Jeffrie Geovanie berpotensi/diharapkan masyarakat daerah ini.
Mungkin, Jeffrie sendiri tak memandang diri setinggi harapan/ekspetasi masyarakat yang tertuang pada hasil survei LSI itu. Di antara hasil survei menggambarkan: bilamana Jeffrie Geovanie jadi bacaleg Partai Gokar Sumatera Barat untuk DPR-RI, maka Partai Golkar di Sumatera Barat memperoleh dukungan di atas 37 persen!?
What Ever, kemungkinan masih dapat terjadi. Pertanyaan menggelitik/menggemaskan: Apakah memang perolehan suara Golkar akan lebih tinggi dibandingkan tingkat suara dukungan Pemilu 2004? Atau perolehan suara untuk Jeffrie hanya berguna mengantar tokoh muda itu ke Senayan, tapi, tidak berarti banyak bagi peningkatan suara Golkar Sumatera Barat!?
Dari Juni 2008 sampai April 2009 masih jauh dan lama — segala pilihan masih bergerak dinamis, walaupun 37,7 persen responden menyatakan “kecil kemungkinan mengubah sikap”, dan 27,2 persen mengatakan “sangat kecil kemungkinan akan mengubah pilihan”! (***) |
|
|