| HIKMAH TEBING DAN KEINDAHAN |
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Saturday, 17 July 2010 | |
|
Tebing
Agustus 6, 2009 Pernahkah melihat tebing-tebing tinggi terjal di hutan-huta terkesan dingin, angkuh dan jumawa..Namun jika dicermati dari jauh ada gurat keindahan dan relief yang membentuknya…dan saat diamati lebih dekat ia dihiasi oleh rumpun-rumpun anggrek yang menggelantung dengan bunga yang semarak…kehidupan disekeliling kita mengajarkan selalu ada sisi indah dari hal-hal yang tidak sempurna di sekeliling kita. (6 Agustus 2009, Oleh Mohammad Ichlas El Qudsi) Tebih dan hakekat Keindahan Alam mengajarkan kita tentang beragam makna yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya itu, keindahana alam juga menyuguhkan makna yang jika diungkapkan mengandung banyak hikmah dan nilai. Nilai-nilai kehidupan yang men-tarbiyahkan kita, bila menyadarinya. Siapa yang mengira, jika tebing-tebing nanterjal memiliki dimensi keindahan yang enigmatik? Siapa pula yang mengira, bila rimba hutan belantara bisa menyuguhkan keteduhan dan kenyamanan bagi manusia dan makhluk di sekitarnya? Semuanya itu tak-kan terungkap, bila kita melihatnya dengan cara pandang tentang kehidupan yang sempit. Sebab Tuhan tidak pernah menciptakan segala isi alam ini untuk kesia-siaan. Alam dengan keindahannya yang alamiah tanpa rekaan manusia, seolah menganjurkan suatu kalimat tarbyiah yang tak tertulis pada manusia, bahwa disetiap sisi lakon hidupnya, manusia harus bisa mengungkapkan keindahan dalam multi ekspresi dan tindak. Baik terhadap sesama manusia, dan makhluk-makhluk Tuhan lainnya di Bumi. Dan kehidupan dan keindahan itu harus menjadi suatu niscaya yang terus-menerus terajut dalam suatu kesatuan jati diri yang abadi dalam diri manusia. Meski abad ini kita banyak disuguhi sisi kehidupan yang keras, penuh konflik, peperangan dan permusuhan. Namun dalam kesadaran yang dalam, kita patut menunjukkan, ada sisi keindahan dalam hidup ini, masih ada orang yang saling mencintai, masih ada orang saling mengasihi dalam berbagai praktek dan amalan sosial kehidupan. Abad kekerasan dan penuh konflik, tidak harus serta merta medorong setiap manusia untuk meniadakan sisi keindahan hidup. Dalam filsafat Estetika Plato, ditegaskan bahwa, manusia dan keindahan adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Pendapat ini seolah menyadarkan kita bahwa, sebringas apapun manusia, sisi keindahan akan tetap ada disedut-sudut hakekat kemanusiaannya. Dan keindahan itu akan selalu tersimpan di setiap potensi yang ada dalam diri manusia. Menurut The Liang Gie, keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai pendidikan, sosial dan kebudayaan. Dengan terimplisitnya keindahan hidup dalam ragam nilai dan tafsir kehidupan itu, meniscayakan keindahan selalu terselip disudut kehidupan manapun. Seperti kutiapan kata-kata hikmah di atas, bahawa “Pernahkah melihat tebing-tebing tinggi dan terjal di hutan-huta terkesan dingin, angkuh dan jumawa, namun jika dicermati dari jauh ada gurat keindahan dan relief yang membentuknya” Ternyata tebing yang terjal dan mematikan, masih menyisahkan sisi keindahan dan eksotisme, bila menatapnya dengan sejenak. Demikianpun kehidupan, meski kita berada di tengah-tengah abad yang keras dan penuh konflik, sisi keindahan hidup haruslah tetap diejawantahkan, agar di balik kerasnya hidup, kita masih bisa menikmati sisi keindahan dan kelembutan di dalamnya. |